Skip to main content

Posts

[Puisi] Hadapi Ketakutan

Mentok Butuh rehat sejenak Terasa lelah dan kagok Sedikit bingung kemana beranjak Ada sedikit ketakutan Menjadi alasan pelarian Tak seperti biasa, mengapa kuharus lari tak karuan Ketakutan tak beralasan Harusnya kuselesaikan Kucintai meski tak kusukai Kugeluti hingga jadi ahli Bisa, aku yakin pasti bisa Kuharus mulai Kupercepat langkah agar terbiasa Tak kan aku berhenti disini Entah kekuatan apa yang bisa mengembalikan Seolah hilang asaku Ketakutan harus kuubah menjadi kenikmatan Kuperlambat lariku Bila dulu aku bisa Sekarang juga  Pulihkan pikiran Bulatkan visi misi Siap menjadi yang baru  Pencinta tantangan itu aku Nagoya, 30 Mei 2022

DR. Strange in The Multiverse of Madness, sebuah catatan

Sebuah reviu tentang nonton film terbaru DR. Strange di Jepang. Sebelum sedikit cerita tentang filmnya, sedikit cerita tentang perilaku orang Jepang ketika nonton film. Tidak ada suara dan gerakan mengganggu antar penonton. Tak ada gelak tawa meski ada kelucuan. Tak ada diskusi antar penonton, apalagi tendangan kaki ke tempat duduk didepannya. Uniknya, ketika film telah usai dan tersisa kumpulan daftar pemain dan supporting film, penonton Jepang pun dengan tenang menunggu sampai benar-benar berakhir. Sebuah penghormatan kepada sinea perfilman. Primer film DR.Strange dengan diskon ternyata tak rugi juga tuk ditonton. Film fiktif dengan banyak propaganda dan aksi animasi digital memukau. Alur cerita hayalan tingkat tinggi yang sebagian orang meyakininya. Pada film ini, sangat suka pada Elisabeth Olsen, yang memerankan dengan dua karakter yang berbeda sekaligus. Sebagai penyihir jahat siap membunuh siapa saja demi cinta. Dan sosok ibu yang sangat cinta kepada anaknya. Cukup romantis dan...

Abaikan Pendengung

Masih riuh isu politik, hukum dan ekonomi di Indonesia. Ketika dua anak Joko Widodo, Presiden, di adukan ke KPK terkait indikasi money laundry, maka saatnya pendukung dan pendengung bekerja balik menyerang si pelapor. Begitu pun ketika suara akademisi, aktivis lingkungan, tokoh masyarakat mulai mengkritisi kebijakan pindah ibukota hingga muncul penolakan dari masyarakat maka pendengung mulai kerja serang balik dan memindahkan isu utama. Tentu saja, korban terbaru dari pendengung dan pendukung adalah para tokoh kritis yang akan selalu dicari celah salahnya. Maka dari itu, kenalilah siapa saja para pendengung dan abaikan (tidak usah ditanggapi atau didengar/ditonton) narasi dan isu yang sedang mereka utarakan. Semakin mereka dihiraukan semakin terpuruk lingkup kerjanya. Walaupun, ketika satu pendengung sudah ketahuan dan tidak dipercaya lagi oleh masyarakat, akan dimunculkan pendengung baru. Setidaknya, yang bisa kita lakukan "skip" saja setiap narasi pendengung. Fokus saja ke ...

[CAP] HBS, UYM dan Vaksin

CAP (Catatan Akhir Pekan) kali ini membahas ramenya kasus Habib Bahar bin Smit yang tetiba ditahan dengan tuduhan menyebarkan kebohongan pembantaian km50.  Persidangan UYM dengan tuntutan penipuan investasi oleh para korban atau investor nya.  Vaksinasi mulai dilakukan untuk anak-anak, dan muncul beberapa berita yang meninggal pasca vaksin. Siapa yang bertanggungjawab? *** Setelah dibebaskan dari penjara, HBS terus berdakwah dan berceramah didepan jamaah nya yang cukup banyak. Tampil dengan bahasa lugas, HBS dipuji oleh banyak orang karena berani bersuara termasuk menasihati Jenderal Dudung secara publik yang menyatakan Tuhan itu bukan orang Arab. Tak pelak, polemik ini semakin ramai ketika anak buah pak Dudung, ikut-ikutan mendatangi pesantren HBS. A. Fauzi namanya, yang tampil berseragam datang sambil memberi peringatan kepada HBS. Sontak, publik pun ramai kembali mempermasalahkan peran TNI AD ini, dan mengaitkannya juga dengan kasus KKB Papua. Hasilnya, HBS dikandangkan kem...

Masih, Polemik Gerakan Usaha dan Sedekah UYM

Para investor dan pemberi sedekah melalui UYM, satu persatu buka suara dan menyampaikan kekecewaannya. Wajar saja. Satu sisi, UYM terus terusan tampil dengan usaha-usahanya baik di saham dan lainnya. Bahkan dengan terang-terangan bisa ratusan juta bayar pajaknya dari usahanya. Tentu saja, inilah yang membuat para investor dan penyedekah mulai bertanya-tanya, mengapa tidak mendapatkan bagian bagi hasilnya. Lalu, dari mana uang UYM sebanyak itu?. Tidak sedikit yang curiga, perusahaan Investasi dijadikan "money laundry" dari para penyedekah dan investor. UYM pun siap membuktikan bahwa tuduhan itu semua salah dan siap dipengadilan. Apapun polemik ini, setidaknya efek terhadap dakwah sedekah melalui UYM mulai turun trust nya. Banyak yang mulai memutar kembali video lama UYM yang meminya jamaah untuk bersedekah agar bisa dapat Beratus kali lipat imbalannya. Sekarang, konsep itu ditantang oleh jamaah, agar UYM menyedekahkan semua hartanya agar dapat imbalan berkali lipat. Menyimak p...

Antara Dakwah Sedekah dan Patungan Usaha UYM yang Dipermasalahkan

Akhir ini, mencuat kembali protes dan tuntutan peserta investasi yang digalang oleh Ustadz Yusuf Mansur. Dari informasi dari sosmed testimoni peserta yang kecewa di YouTube, didapatkan bahwa banyak hal akad syar'i yang tidak jelas sejak awal. Bahkan, bila didengarkan jawaban dari UYm sendiri, diakuinya dalam membangun proyek nya, kekurangan dana diambil dari perbankan sehingga UYM harus bayar bunga bank tiap bulannya. Secara pribadi, saya sendiri sepakat dan menerapkan power of sedekah. Namun, saya tidak pernah ikut program apapun dari UYM, meski pernah ikut ceramahnya. Sedekah itu urusannya hamba dengan Sang Pencipta, sehingga memang baiknya ikuti aturan Ilahi bagaimana mendistribusikan nya. Kerancuan konsep sedekah, gerakan usaha (untuk memiliki aset ummat) dan investasi menjadi akar masalah nya. Dalam Islam, bila kita bekerjasama atau kolaborasi usaha maka harusnya ditentukan jenis akadn syirkah nya (mudhorobah, inan, dll). Lalu gerakkan memiliki aset ini juga kurang jelas, uang...

Pinjol Jadi Sumber Masalah Baru, Bukan Solusi

Dulu, dibanggakan dengan adanya serapan pinjol yang tinggi, seolah itu indikasi geliatnya ekonomi. Konon, transaksi pinjol adalah transaksi ekonomi.  Namun, kini semua menjerit ketika banyak yang tak mampu bayar bahkan terteror oleh penagih. Ada yang stress, ada yang bunuh diri, ada yang keluarga nya berantakan, dan itu sedikit efek dari pinjol.  Sebenernya, ini adalah sedikit inovasi dari sistem kapitalisme yang kita kenal dengan fintech. Akumulasi kapital berupa fiat money butuh terus dipercaya dan dipakai oleh masyarakat. Populasi yang tinggi menjadi peluang bisnis fintech.  Singkat nya, menurutku sumber masalahnya ada di sistem Ribawi. Pinjol yang menawarkan kemudahan pinjaman tanpa syarat yang jelimet, menjadi pelarian orang-orang yang tak bisa akses sumber finansial. Bunga pinjol yang tinggi (0,8% per hari atau 24% per bulan) sangat mencekik dan siap meneror. Bagi rakyat kelas bawah yang terdesak, pinjol seolah jadi malaikat sesaat dan jadi laknat kemudian. Kesimpul...