Monday, January 4, 2016

Mengapa Tak Ada Gairah dan Mudah Bosan?

Jenuh, bosan dan tak ada gairah begitu banyak sebabnya, diantaranya ketika anda selalu melakukan rutinitas tanpa tahu apa yang hendak dicapai atau target/capaian yang hendak diraih belum juga di dapat. Bila anda mengalami hal demikian, lebih baik segera berbenah diri dalam kehidupan anda. Zona nyaman membuat seseorang mudah jenuh namun tidak berani untuk keluar dari rutinitas yang ada.

Mari kita lihat pemain sepak bola yang bertanding, mereka selalu bergerak untuk mencapai kemenanga atau menghindari kekalahan. Satu hal yang membuat mereka terus bergerak yaitu target yang jelas dan tahu bagaimana meraihnya.

Target yang jelas adalah syarat agar hidup selalu dinamin dan produktif. Target pun bisa membuat orang berputus asa ketika goal yang ingin diraih melampui kemampuan. Tertekan dan stres akibat terbebani target yang sangat berat. Ada seorang kawan, yang nekad mengambil krditan rumah dan mobil sehingga tiap bulan ia harus mengeluarkan minimal 6 juta hanya untuk bayar krditan tersebut. Sedangkan penghasilan sebagai seorang karyawan hanyalah tujuh juta.

Hilanglah semangat kerja dan kebosanan menyeruak ketika ia tidak mampu mrndapatkan tambahan penghasilan. Besar pasak daripada tiang, pola konsumtif yang tidak sesuai dengan penghasilan akan mengakibatkan depresi, belum lagi ditambah dengan fluktuasi bunga bank yang bisa membuat jantungan.

Ada baiknya selalu mengoreksi target dan tujuan yang hendak dicapai. Janganlah terlalu ambisius atau sebaliknya meremehkan. Target yang baik adalah ketika mampu disesuaikan dengan kemampuan.

Tanpa tujuan dan target, hampa rasanya hidup ini. Rutinitas membuat manusia seperti zombie, mayat hidup. Tak tahu apa yang ingin diraih , tahu-tahu mati.

Tips bila anda sedang jenuh dan tidak bersemangat:
1. Perbaanyak ibadah dan bertaubat
2. Buat target-target yang jelas dalam hidup ini
3. Selalu rencanakan dan evaluasi setiap aksi yang dilakukan
4. Berkumpullah dengan orang-orang yang baik dan produktif
5. Bersegeralah lakukan perubahan sekecil apapun

Selamat berkarya!

Monday, December 7, 2015

Menuju Kedaulatan Pangan di Tahun 2019

Salah satu visi misi pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah mewujudakan kedaulatan pangan. Ada beberapa hal yang akan dan sedang dilakukan diantaranya: pembangunan dan perbaikan infratruktur pertanian, bantuan alsintan, subsidi pupuk, benih dan pestisida, dan pemberdayaan penyuluhan pertanian.

Komoditas-komoditas utama yang menjadi target swasembada dan pemenuhan produksi dalam negeri yaitu: padi, jagung, kedelai, jagung, tebu, cabai, bawang merah dan  daging sapi/kerbau. Komoditas-komoditas tersebut menjadi sasaran utama dalam pembangunan pertanian.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah Jokowi-JK, anggaran Tahun 2015 Kementerian Pertanian dinaikkan menjadi dua kali lipat dibanding tahun 2014, sebesar Rp 32 triliun. Dengan penambahan uang yang sangat besar tersebut maka diharapkan kinerja kementan dan instansi-instansi pertanian lainnya harus meningkat 100% dibadningkan sebelumnya.

Disinilah letak vitalnya bagian perencanaan pertanian. Semua proses perencanaan kegiatan dan penganggaran hingga evaluasi dan pelaporan di godok di bagian perencanaan. Tanap ditunjang dengan sistem perencanaan yang baik dan SDM-SDM yang berintegritas tinggi maka hasil perencanaan sangatlah miskin inovasi, hanya berkutat dengan kegiatan yang sama hany bernafaskan serapan anggaran.

Bagi dinas-dinas daerah yang memilki potensi pertanian yang luas, hal ini menjadi peluang untuk menangkap mebengkaknya anggaran pusat. Bentuk-bentuk kegiatan yang disusulkan haruslah sama dan bersinergi dengan prioritas utama guna bisa menangkap distribusi anggaran. Tentu saja, sangat disarankan kegiatan-kegiatan di daerah mulai dengan bassi komoditas dan seirama dengan bentuk kegiatan pusat berupa bantuan alsintan, benih, pupuk , dan lain-lain.

Setiap tahun akan terjadi pengulangan dengan sedikit pergeseran prioritas pertama sesuai arahan Presdien dan Menteri Pertanian maka ikatlah kegiatan-kegiatan di daerah disesuaikan dengan kebutuhan capaian politik dalam swasembada lalu menuju kedeulatan pangan.

Kedaulatan pangan salah satu tolak ukurnya adalah target capaian produksi yang telah ditentukan dalam RPJMN 2015-2019, maka selalu sesuaikanlah dengan hal tersebut bila ingin menangkap peluang penganggaran dalam kegiatan kedaulatan pangan.

Selamat bekerja!

Wednesday, July 15, 2015

Belajar dari Bankrutnya Yunani

Apa yang terjadi di Yunani bisa juga terjadi di negara manapun. Gagal bayar pinjaman Yunani ke IMF membuat negara tersebut kolaps. Institusi-institusi keuangan ditutup. Cara terbaik memulihkan yaitu dengan meminjam uang kembali ke donatur, ternyata tak temu kata sepakat.

Secara sederhananya, dalam ekonomi sebuah negara bagaikan keluarga jika besar pasak daripada tiang maka robohlah bangunan tersebut. Yunani, aktifitas ekonominya baik dari segi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan perdagangan internasional jauh dibawah jumlah hutangnya sehingga pendpatan negara selalu minus. Ketika jatuh tempo bayar maka negara akan kesulitan membayar karena tidak memiliki devisa yang cukup.

Yunani contoh kecil ketidakadilan pereekonomian yang dibangun dengan uang kertas (fiat money). Anehnya, negara-negara super power yang mata uangnya bisa digunakan diseluruh dunia perekonomiannya juga terpuruk dimana jumlah hutangnya mencapai 200% dibandingkan dengan GDP nya. Mengapa negara seperti Amerika dan Jepang masih bisa survive? salah satunya karena mata uang mereka bisa dipakai di seluruh dunia.

Fed sangat berperan dalam memperbaiki dan merusak perekeonomian dunia. Fed menaikkan/menurunkan bunga bank saja bisa beperngaruh diseluruh dunia karena dollar Amerika dianggap komoditas yang dibutuhkan oleh dunia. Jika negara Amerika membutuhkan barang/jasa yang ada di Indonesia, mereka dengan mudah mencetak dollar lalu datang ke Indonesia untuk membeli.

Jumlah supply dan demand dolar Amerika bisa mengancam perekonomian sebuah negara. Itulah kenapa Amerika bisa mengendalikan dunia dengan kertas-kertas dollarnya. Bagaimana dengan Indonesia?

Terpuruk dan terjajah adalah kata tepat untuk negara-negara yang memiliki sumber daya alam dan manusia yang tinggi seperti Indonesia. Nilai tukar rupiah dengan dollar bisa merubah persendian perekonomian di Indonesia.

Sebagaimana tahun 1998, bila tiba jatuh tempo bayar hutang yang harus dibayarkan dengan dollar dan tiba-tiba jumlah dollar yang dimiliki Indonesia kurang,maka Indonesia harus pergi ke pasar uang mencari dollar. Karena Indonesia sangat butuh maka dollar akan naik harga dirinya :)

Untuk memenuhi secara cepat agar Indonesia meraih dollar yaitu dengan menjual kekayaan alam.

Yunani tak punya lagi apa yang bisa ditukarkan untuk meraih dollar atau Euro.

Indonesia? kita masih punya banyak kekayaan alam. Gadaikan saja!