Sunday, September 4, 2016

Tantanglah Seorang Te Agar Ia Bergerak

Ada yang menarik ketika mendapat kesempatan memimpin sekelompok kecil para planner yang senior-senior dengan berbagai karakter. Sebagai orang muda yang baru di tempat tersebut, saya harus belajar dan mengenal lingkungan. Tipe Te (thinking extrovert) membantunku untuk bisa membaca secara cepat pola kerja dan kerjasamanya.

Bulan kedua, ada anggota tim ku yang kecewa terhadap kepemimpinan dan manejerialku, padahal aku belum menerapkan apa-apa kecuali membaca situasi dan kondisi. Memang sih, zona nyaman mereka sedikit kuganggu. Tanpa mau mengenal diriku, sebagian meeka menghembuskan kekecewaan dan menyebar isu bahwa diriku tidak layak dan cemen. Salah seorang yang merasa paling bijak, seolah menjadi penasihat yang paling baik tanga sadar akan posisinya sendiri yang memprihatinkan. Banyak kenangan masa lalu yang diceritakan tentang kejayaan, seolah aku tak bisa apa-apa. Mereka belum tahu bahwa, aku seorang Te yang keras kepala dan menyukai kemenangan.

Konflik ini seolah energi baru bagiku, tantangan untuk menaklukan ego mereka agar tunduk dibawah "kuasa" ku, pemegang otoritas sebagai karakter seorang Te.

Kupelajari pola mereka "meremeh" kanku, dan kulakukan hal yang sama kepada mereka untuk meremehkan mereka. Tahu hasilnya? sekali lagi aku yang menang.
Semua mulai under control, terkoordinasi dan mengikuti arahan.

"25 orang saja pernah kupimpin, apalagi cuman 5 orang ini". Aku mulai susun bagaimana memanage mereka dan mengendalikannya. Hasilnya mulai terasa, timku paling bisa beregerak dan digerakkan.

Semarang, harus ada petualangan baru dengan tantangan baru. Apa yang harus kutaklukan?

Saya Bertipe Thinking Extrovert?

Di dunia psikologi saat ini banyak berkembang teori-teori kepribadian dengan memperhatikan kerja otak. Salah satunya yang cukup terkenal bahkan banyak di seminarkan yaitu STIFIn, yang digagas oleh orang madura, Poniman.

Hasil tes STIFIn, saya bertipe Te. Otak dominan yang bekerja diotakku adalah dibagian atas sebelah kiri, atau disebut otak kiri. Kemudi kecerdasanku ada di lapisan abu-abu yang terletak di luar atau permukaan otak.  Mungkin karena itulah, aku suka warna abu-abu :)

Aku butuh energi luar (rangsangan) untuk semakin menggerakkan otakku ini, atau bisa dikatakan jika ada tantangan dan sesuatu hal yang harus kuraih maka aku bisa memaksimalkan kecerdasanku ini.

Dikatakan pula, Te ini memiliki tulang besar dan kuat dengan bentuk tubuh piknis (mudah bergerak/ga mau diam) karena volume badan dibanding tulangnya lebih kecil. Sayangya, tipe Te ini tidak memiliki cutup banyak cadangan energi (baterai) sehingga tulangnya kurang tenaga, terlalu habit untuk berpikir. Meskipun secara mendasar, Te mudah bergerak namun karena kurang tenaga jadinya malas bergerak. Butuh energi dari luar, butuh tantangan dan ambisi meraih sesuatu.

Konon, tipe Thinking ini banyak menyedot energi untuk kepala karena fungsi kepala yang dominan. Wajar saja, jika menyukai jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. Ia jago logika dan bertangan dingin. Apa yang menjadi tanggungjawabnya akan diselesaikan dengan baik.

Tipe T adalah sosok yang berkribadian tangguh dan keras kepala.

Tipe Te akan memiliki sifat-sifat utama: adil, objektif, dan menerima argumentasi logika. Te menyukai peran layaknya seorang komandan sehingga ia cocok ditempat-tempat seperti pabrik, birokrasi, tentara atau dimanapun yang bisa melipatgandakan hasil atau produksi dengan cara pengendalian organisasi yang baik.

Kelebihan Te dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan dengan mengendalikan proses secara tepat. Kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan untuk memperoleh kekuasaan. Te pandai mengumpulkan kekuatan untuk menghasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Setidaknya, ada sedikit perbedaan jika saya aktif dalam sebuah organisasi yaitu pelipatgandaan. Orang-orang yang berada di sekitarku harus bertambah produktif.

Sepuluh sifat yang menempel pada tipe Te yaitu:
1. Thoughtful
2. Analytical
3. Competitive
4. Reserved
5. Planner
6. Positive
7. Argumentative
8. Forceful
9. Force
10. Justice
Itulah gambaran kepribadian secara humus pada tipe Te, dan emang sepertinya ada pada diriku.

Belajar bukanlah perkara yang sulit bagi Te, karena ia sudah terbiasa menalar, berhitung dan menstrukturkan. Orang Te menjadi orang yang berwawasan karena menyukai banyak membaca berbagai jenis buku meskipun tidak mendalam.

Bila orang Te kehilangan motivasi maka cara termudah adalah memberinya kesempatan untuk berkompertisi untuk mengalahkan yang lainnya. Saya akan merasa hampa dan gregetan bila tidak dapat bertarung dan  mengalahkan yang lainnya. Apalagi, jika dikabarkan kalah bertarung padahal tidak pernah ikut kompetisi. Bagi orang Te sungguh aib, ia lebih suka kalah asal diberi kesempatan bertarung daripada dianggap menang/kalah padahal tak pernah ada pertarungan tersebut. Hati-hati lah dengan orang Te, karena ia bisa menyerap dan meniru apa yang dilakukan rivalnya untuk meraih kemenangan.

Sebagai seorang Te, saya menyadari saya menyukai kemenangan namun kurang stamina. Kelemahanku kurang pandai membuat prioritas jangka panjang meski memiliki peran sangat sirkulatif di semua entitas. kelemahanku juga kurang pandai membaca aspirasi dan terlaulu normatif meskipun siklus hidupku cukup dinamis. Untuk menutupi itu semua, haruslah BERGERAK secara baik.

Sebagai orang Te, saya memiliki kemampuan untuk meraih tahta dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaannya dikelola secara mekanistik seperti pabrik. Kebesaran pabriknya akan sejalan dengan kebesaran tahtanya atau kekuasaanya. Pada diri Te melekat kharisma pemegang otoritas, jka diberi amanah akan dijalankan dengan baik.

Itulah sekilas tenting dirikvu, seorang Thinking Extrovert.











Antara Jessica, Perampokan dan Pesta Narkoba Kalangan Artis

Minggu-minggu ini, kita disuguhkan pemeberitaan hampir tiap hari tentan kriminalitas layaknya di film hollywood. Pertama, kasus jessica yang diduga membunuh Mirna dengan memasukkan sianida ke kopinya. Kedua, perampokan di perumahan pondok indah hingga mnerjunkan pupuhan polisi dalam penepungan, dan. Ketiga, ketua Parfi, AA Gatot, yang ternyata menyimpan banyak sabu dan amunisi pistol tertangkap dengan istri dan artis sedano pesta sabu.

Tiga (3) peristiwa diatas merupakan gambaran begitu rusakanya peradaban di negrea ini, Begiu beraninya pembuat kriminalitas melakukan hal yang menghilangkan nyawa manusia dan menghilangkan akal. Hukuman yang matig dianggap ringan, tak membuat para pelaku terus melakukan kejahatan. Tak ada kata era, bahkan enaknya para penggemar narkoba bisa lolos dari hukuman jia langsung merasa menjadi korban dan meminta untuk direhabilitasi.

Masihkah ada keadilan di negeri ini? bukan untuk pelaku kejahatan, namun bagi korban kejahatan.

Tentunya, hal-hal diatas bukan lah sebab, semuanya hanyalah akibat dari sistem kehidupan yang amburadul ini. Semuanya serba bebas (free) asal bertanggungjawab. Mau melakukan yang haram asal  pada tempĆ£o yang disediakan, sah-sah saja. Lesbian/homo silahkan, pesta malam dengan miras dan sabu asal di tempat hiburan, monggo saja.

Entah sampai kapan, semua masalah tersebut akan hilang jika akar masalahnya tak wegera diselesaikan.