Saturday, April 1, 2017

Kampung Hijau di Kota Malang

Malang, 25 Maret 2017, saya berkesempatan survey lokasi untuk acara field trip. Salah satu yang ditawarkan oleh BPTP Jawa Timur adalah Gelintung Go Green (G3).

Gerakan ini, G3, di gagas oleh ketua RW 23, Ir. Bambang Irianto. Berbekal visi yang kuat untuk merubah lingkungannya agar menjadi lestari (hijau) dan nyaman, ia menghimpun warganya dengan pendekatan ide (perubahan mindset). Awalnya, 95% menolak ide penghijaun yang ditawarkan karena mindset wrag masih melihat dari sisi biaya. Dengan kegigihannya, akhirnya ia pun “memaksa” warganya untuk melakukan penghijauan. Cara paling efektif adalh dengan “stempel” RW yang dibutuhkan, maka Pak Bambang siap memberikan persetujuan adminsitrasi yang dibutuhkan asal warganya mau menanam tanaman dirumahnya.

Februari 2012, gerakan ini dimulai dan hasilnya bisa dirasakan hingga sekarang. Kampung (RW) nya menjadi best practice dalam pemberdayaan warga dalam mengelola pekarangan.

Pada tahun 2016, ia mewakili Indonesia menjadi inovator di pertemuan event internasional. Secara konsep penghijauan, hampir sama dengan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) milik Kementerian Pertanian.

Dari RW 23, kita bisa belajar tentang perubahan. Sesunguhnya perubahan fisik akan bisa berkelanjutan asal diawali dengan perubahan pola fikir dari manusianya. Banyak kegagalan pemerintah karena hanya melihat sisi kegiatan fisik (infrastruktur) saja.

Wednesday, March 15, 2017

Menulis Itu Mudah


Semua punya pengalaman menulis. Pemula kesulitan memulai suatu tulisan. Ketika sudah dimulai akan mengalir. Banyak hal kebiasaan yang bisa membantu untuk membiasakan menulis. Bukankah kita senang berbagi di medsos atau yang suka nulis di buku harian. Semua harus dikondisikan menjadi kebiasaan. Awalnya, tulislah apa saja. Bisa dari sutau hal yang biasa dilakukan.

Menulis itu sederhana. Mulailah dari banyak membaca. Karena membaca akan bisa menabung kosa kata. Jadilah peneliti kecil-kecilan. meneliti dari hal-ha kecil. Tak perlu meneliti yang berat sebagaimana profesi peneliti. Tempakan sebagai pembaca ketika menulis.
Mulailah menulis dengan memilih topik/tema. Wajar bagi pemula jika bingung memilih tema, maka biasakan tulis saja apapun ide yang muncul, baik di kertas, handphone atau laptop. Carilah tema yang mudah dan dipahami. Lalu, buatlah kerangka tulisan. Penting agar kita bisa lebih fokus dengan adanya outline tersebut.

Mulailah membuat kalimat. Hindari kalimat raksasa dan kata-kata tak perlu. Setelah kalimat-kalimat tersusun, barulah buat judul yang menjadi pintu masuk pembaca. Buatlah judul yang menarik. usahakan menggoda agar penasaran.

Perhatikan juga lead atau teras berita. Lead jadi titik penting kedua setelah judul untuk menarik pembaca. lead menjadi pintu kedua setelah judul.

Bila menusli berita perhatikan struktur dan piramid terbali. Dahulukan yang penting dan jangan lupa 5W +1H nya.

Monday, March 13, 2017

Menulis Berita

Ahir-ahir ini, pemerintah disibukkan dengan berita-berita bohong (hoax) yang beredar secara masif melalui media sosial dan web. Tentu saja, penulisannya tidak menggunakan kaidah jurnalistik dan etika. Bahkan, ada tim opini yang sengaja memuat berita hoax demi kepentingan politik (pilkada, dll).

Ada hal yang perlu kita ingat bahwa berita yang ditulis seharusnya layak berita. Berita yang layak dipublikasikan untuk khalayak. Kriteria-kriteria layak berita haruslah sesuai dengan etika jurnalistik, memenuhi nilai-nilai dan unsur-unsur berita serta dengan bahasa yang baik.

Unsur-unsur berita yang perlu diperhatikan mencerminkan 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How). Unsur tersebut menuntun untuk memberitakan faktual berdasarkan fakta/kejadian, bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Nilai-nilai berita yang bisa diangkat menjadi berita semisal keunikan, keterbaruan, tren, keterkenalan, pertama kali, manusiawi dll. Nilai-nilai ini perlu dipegang bukan untuk membuat berita hoax dan membesar-besarkan masalah (konflik) demi keterkenalan, namun sebagai dasar berita agar bernilai dan menarik untuk dibaca.

Secara makro, kaidah jurnalistik dibagi menjadi dua yaitu: piramida terbalik dan struktur. Piramida terbalik dalam menyampaikan urutan level penting. Semakin penting informasinya maka semakin di dahulukan baru yang kurang atau tidak penting di bagian terahir.

Struktur berita bisa dikategorikan dalam angle, judul, lead, dan tubuh berita. Angle (sudut pandang dalam melihat fakta) sangat dipengaruhi oleh visi, ideologi dan ketertarikan dari penulis berita. Contoh terbaik dari angle ini adalah situs berita Islam dengan situs berita umum (sekuler). Meskipun faktanya sama, cara penyampaian beritanya sangat terasa ideologinya (keberpihakan).

Judul diusahakan dengan bahasa yang menarik, pendek dan kalimat aktif. Lead berita haruslah menarik, tidak bertele-tele dan mengandung unsur-unsur berita. Tubuh berita alangkah baiknya dengan prinsip “dahulukan yang penting/menarik” dan ceritakan secara kronologis bila terkait event.
Saatnya untuk mempraktikan menulis berita meskipun kita bukan seorang wartawan. Dengan kaidah-kaidah sederhana diatas maka kita bisa terhindar dari menulis hoax serta sesuai dengan kaidah jurnalistik. Selamat mencoba!

Saturday, March 11, 2017

Menjauhlah dari Sifat Sombong dan Ujub

Kenalilah kebenaran, semoga kita terhindar dari kesombongan.
Sombong itu ketika kita menolak kebenaran, dari manapun datangnya dan dari siapapun yang membawanya. Dikatakan sombong, ketika kita meremehan manusia yang lain. Seolah diri ini melebihi segalanya, dan yang lain hina atau lebih rendah dari kita.

Pernahkan melihat ada orang membusungkan dada (merasa lebih dari yang lain) hanya karena kekayaan, jabatan atau pengaruh?. Maka, ingin kuingatkan bahwa yang layak sombong hanya Sang Pencipta, karena kesombonan selendangNya.

Sang Baginda Nabi pun mengingatkan dengan ancaman tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat kesombongan, sekalipun hanya sebesar biji sawi.

Berbeda halnya dengan ujub. Bila kita memandang diri sendiri terlalu berlebihan dan seolah menduduki martabat yang tinggi padahal tak layak, itulah ujub. Membanggakan diri sendiri!. Ujub lebih menonjolkan diri sendiri sedangkan sombong selain menolak kebenaran, diikuti dengan merendahkan orang lain.

Keduanya (sombong dan ujub) tentu saja haram. Segera menjauhlah dari sifat-sifat ini.

Friday, March 10, 2017

Kebijakan dan Program Pembangunan Pertanian Tahun 2018

Proses perencanaan pembangunan pertanian tahun 2018 sudah dimulai sejak Januari 2017. Bappenas telah menetapkan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018 adalah “Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas”.

Pada tahun 2018, program prioritas Kementerian Pertanian dalam rangka prioritas nasional ketahanan pangan. Secara makro, ada dua program prioritas peningkatan produksi pangan dan pembangunan sarana dan prasarana pertanian. Program-program tersebut di break down menjadi kegiatan-kegiatan prioritas diantaranya:
1. Produksi padi 79,3 juta ton
2. Produksi jagung 23,4 juta ton
3. Produksi gula 3,2 juta ton
4. Produksi daging sapi 710 ribu ton
5. Produksi kedelai 2,3 juta ton
7. Produksi cabai merah 1,2 juta ton, cabai rawit 782,3 ribu ton dan bawang merah 1,3 juta ton

Target-terget tersebut yang sudah terdokumen di perencanaan Bappenas. Sejtinya, Kementan selalu mengevaluasi dan menyesuaikan target-target dengan realita dan kemampuan. Misalnya, produksi padi tahun 2018 ditarget mencapai 80,08 juta ton karena capain di tahun 206 yang melebihi target.

Fokus kegiatan utama 2018 di Kementerian pertanian yaitu:
1. Pembaangunan embung dan air lainnya
2. Pembangunan jaringan irigasi tersier
3. Cetak sawah
4. Sapi Indukan Wajib bunting (SIWAB)
5. Alsintan
6. Toko Tani Indonesia
7. Varietas Unggul
8. Asuranasi usahatani
9. Techno Park dan Science Park
10. Korporasi Petani
Selain kegiatan-kegiatan utama tersebut masih banyak kegiatan lain meskipun bukan prioritas nasional.

Wednesday, March 8, 2017

Seni Memimpin

Menjadi pemimpin adalah pilihan, begitupun menjadi pengikut. Seorang pemimpin yang menyiapkan dirinya untuk memimpin akan berbeda dengan orang yang tanpa persiapan. Saya ceritakan dua tipe orang dengan dan tanpa persiapan:

Pertama, ada seorang anak muda yang baru masuk di perusahaan. Sebagai yuniro, ia banyak belajar dan bekerja keras. Tidak sampai empat tahun, ia diangkat menjadi manajer. Banyak yang marah dan heran terhadapnya karena seniro-seniornya yang lebih pengalaman dan menta karir, diserobot olehnya. Banyak yang tidak tahu tentangnya, bahwa sejak ia menjadi karyawan ia sudah disiapkan oleh perkumpulan karyawan yang sifatnya rahasia dan angota-anggotanya diisi oleh kalangan direksi dan manager. Ia menjadi salah satu anggota perkumpulan tersebut. Oleh pengurus organisasi, ia sudah disiapkan secara mental dan keahlian serta dukungan ornag-orang kuat. Proses yang ddilakukan oleh perkumpulan, ia lalui dengan sempurna sehingga ia menjadi salah satu yang paling layak dipromosikan. Secara ukuran sebagi karyawan mungkin ia terbilang masih baru, namun ia sudah menyiapkan diri dan melayakkan diri cukup ama diperkumpulan tersebut. Wajar jika ia bis amendapatkannya.

Kedua, pemuda yang lain hanya mengandalkan kepada kerja keras dan sistem perusahaan, tanpa menyiapkan diri untuk menjadi manajer. Bisa dipastikan hingga detik ini, si pemuda masih menjadi karyawan biasa. Ia pun tidak tertarik untuk mencari jalan sebagaimana pemuda pertama dengan masuk ke perkumpulan karyawan. Kalaupun ia mendapatkan promosi menjadi manajer maka bisa jadi tipe pemuda pertama sudah habis stoknya atau memang dia punya keunggulan tinggi sehingga perkumpulan pun tak bisa intervensi.

Kelebihan tipe pertama, dia sangat dibantu dan dijaga oleh perkumpulan sehingga maslsah aapun di perusahaan akan dicarikan solusinya, asal ia bersungguh-sungguh untuk bekerja. Kelemahnnya, banyak karyawan yang akan cemburu dan merasa terdzalimi sehingga akan menyerang didinya dan perkumpulannya. Tentu saja, ini tidak sehat dalam dunia kerja.

Kelebihan tipe kedua, ketika ia benar-benar mendapatkan promosi maka ia mengalami proses sempurna untuk menjadi manajer dengan kompetisi cukup tinggi. Lebih mudah memimpin yang lain karena sudah dianggap matang. Kelemahnnya ketika konflik dengan tipe pertama maka ia akan dikeroyok untuk dijatuhkan. Namun, jika ia mampu membentuk kerja tim yang kuat maka wibawa dan powernya semakin bertambah dan suliti untuk dikalahkan dalam kompetisi prestasi kerja.

Model Baru Perang di Media Sosial

Mencuatnya kasus Ahok dengan tuduhan penistaan agama dan event pilkada DKI semakin ramainya perang opini di Media Sosial. Bahkan, opini yang dibangun mengarah kepada informasi bohong (hoax) yang berujung dengan fitnah.

Fitnah yang disebar pun bukan hanya karena unsur benci namun sudah menjadi bagian dari perang opini. Baru-baru ini, aksi ummat Islam menuntut Ahok agar segera ditahan, menjadikan ada arus gerak bersama dikalangan ummat Islam untuk membela agama dan ulamanya.

Ketika ada perusahaan roti yang memberikan pengumuman perihal ketidakterlibatannya dalam aksi ummat Islam dan ada kesan menuduh ummat Islam sebagai gerakan radikal, di media sosial muncul gerakan boikot yang membuat turun saham perusahaan. Begitu pula dengan dua TV nasional yang terkesan dikalangan ummat Islam selalu menyudutkan ummat ini, muncul juga gerakan boikot TV tersebut sehingga ratingnya pun turun.

Saturday, December 10, 2016

SELAMAT DARI PENGARUH KEMUNAFIKAN

Sungguh kenikmatan tiada tara bagi orang-orang mukmin adalah diutusnya Rasulullah SAW dengan membawa risalah Islam. Tanpa Rasulullah tentu kita tidak bisa merasakan mulia dan indahnya Islam bisa sampai kepada kita semua. Keberadaan Rasulullah di tengah ummat juga untuk membersihkan masyarakat dari kerusakan dan kebinasaan dengan cara amar ma’ruf dan nahi munkar serta maghfiroh Allah melalui Rasulullah SAW. Saat ini, kita bisa menjadi saksi bagi ummat lain bahwa kaum mukmin adalah ummat terbaik dengan catatan melakukan karakter dakwah menyeru kepada Islam dan amar ma’ruf nahi munkar. Warisan terbesar Rasulullah SAW adalah Al quran dan Sunnah yang menjadikan masyarakt jahiliah menjadi masyarakt yang mulia hingga peradabannya mampu memimpin dunia. Keberadaan Rasulullah SAW menjadi nikmat yang sangat besar karena beliaulah kita bisa berIslam, bahkan Allah SWT memuliakan Rasulullah SAW dengan sholawat kepada Nabi dan memerintahkan seluruh mahlukNya untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Sebagai hamba Allah dan mahlukNya bagaimana mungkin kita tidak mau bersholawat kepadanya?. Selain Rasullulah SAW tidak ada yang mendapatkan kemuliaan seperti hal tersebut.

Saturday, November 12, 2016

RESENSI BUKU 'SEBERAPA BERANI ANDA MEMBELA ISLAM?'





Judul                     : Seberapa Berani Anda Membela Islam?
Pengarang             : Na’im Yusuf
Penerbit                 : Maghfirah Pustaka
Cetakan                 : Cetakan I, Mei 2016
Dimensi buku        : 145 x 210 x 13 mm
Jumlah Halaman  : xiv + 274 hal.
ISBN                       : 978-979-25-2643-1


“Betapa mulia agama jika memiliki sosok-sosok pemberani di jalan Allah.”
Sesungguhnya Islam adalah pangkal segala kebaikan dan kemuliaan. Cahaya yang menyinari kegelapan. Menebar rahmat bagi seluruh alam. Agama yang agung ini tak akan mampu tampil memimpin di panggung dunia, jikalau seandainya tak ada amal mulia dakwah, aktivitas amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Rasulullah SAW beserta para sahabatnya, yang kemudian diteruskan oleh generasi-generasi emas setelahnya, dari masa ke masa.
Islam yang awalnya terkucil di kota Makkah, pada perjalanannya mampu menjelma menjadi penguasa dua pertiga wilayah dunia. Menggoreskan tinta emas bagi sejarah peradaban ummat manusia hingga hampir 14 abad lamanya. Sebuah perjuangan yang teramat panjang dan sama sekali tak mudah. Karena selalu ada usaha dan konspirasi dari musuh-musuh Islam untuk menggagalkan dakwah dan memporak-porandakan kehidupan umat.
Adalah berkat dakwah, sehingga di akhir zaman ini pun, meski tak lagi merasai kegemilangan peradaban Islam, milyaran manusia masih dapat mengecap manisnya iman kepada dien yang luarbiasa ini.
Rasulullah Muhammad SAW telah mewariskan amanah dakwah ini di pundak setiap muslim. Menjadi seorang muslim pada hakikatnya dituntut menjadi pribadi yang mampu menjadi penjaga agama yang terpercaya. Memiliki karakter mulia sebagaimana Rasululullah SAW dan para sahabatnya. Dari merekalah kita seharusnya mengambil qudwah dan uswah, untuk kita ikuti jejaknya dalam memuliakan diri kita, dan agar ‘kapal’ dakwah selamat dalam mengarungi samudera yang penuh topan, badai, dan ganasnya ombak.
Berangkat dari kesadaran dan kepedulian akan tantangan dakwah inilah, Na’im Yusuf menulis buku yang berjudul ‘Seberapa Berani Anda Membela Islam?’ ini. Kepedulian beliau dalam hal dakwah, tertuang dalam 3 buku diantara 9 buku karangan beliau (yang antara lain bertema dakwah, ekonomi, aqidah, dan syura’). Melalui buku ini, beliau ingin kita mengenal baik-baik keistimewaan karakter pemberani dari generasi emas pada masa Rasulullah SAW, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan tokoh-tokoh pejuang Islam yang terkemuka dari generasi setelahnya.
Di tengah realitas kehidupan umat yang kian terlibas arus kebathilan dan sedikitnya pribadi-pribadi muslim yang menapaki jalan kebenaran, buku ini menjadi sebuah oase yang menyegarkan. Dengan judul yang menarik, mewakili makna dan urgensinya. Ada 13 karakter seorang pemberani yang disebutkan dalam buku ini, di antaranya; Mencintai masjid, menyeru ke jalan Allah, bersungguh-sungguh, bersikap aktif dan tanggung jawab, bercita-cita tinggi, mulia dan terhormat, berani di atas kebenaran, memenuhi janji dan jujur kepada Allah, dan lain sebagainya. Lengkap dengan kisah-kisah teladan para pejuang, dan dalil-dalilnya dalam al-Hadits maupun al-Qur’an.
“Demi Allah, agama ini tidak akan tegak berdiri kecuali dengan usaha dan kerja keras, tidak akan membawa kemaslahatan tanpa perjuangan dan perlawanan. Untuk mewujudkan ketuhanan Allah SWT di muka bumi, melawan orang-orang yang melanggar kekuasaan Allah, dan menerapkan syari’at Allah dalam kehidupan umat manusia, harus ada kerja keras.” (Na’im Yusuf)
Meski memiliki tebal kurang dari 300 halaman, akan tetapi buku ini sangat kaya isi, dan ditulis secara lugas, tegas, dan to the point. Dengan membacanya secara seksama, kita akan mendapati sosok-sosok pejuang Islam yang pemberani, yang mampu memantik kobaran api semangat dan nyali dakwah dalam diri kita. Patut dibaca oleh setiap muslim yang ingin men-charge spirit dan gairah baru dalam berdakwah dan menapaki jalan kebenaran.