Skip to main content

Posts

Digital Banking "Memakan" Bank Yang Lain?

Terpikir, ketika ditawari untuk menginstal aplikasi pembayaran untuk ojek online bahwa perpindahan saldo dari bank konvesional ke bank digita tak bisa dihindari. Pernah ada seorang dosen yang bercerita bahwa kapitalisme akan memakan kapitalisme itu sendiri. Mungkin sudah terjadi pada keseharian kita namun tak menyadarinya karena kita hnya victim, korban. Sejumllah digital bank bermunculan yang kita sebagai pemakain dan nasabahnya tak pernah tahu siapa, apa dan dimana mereka berada. Tiba-tiba saja apllikasinya sudah ada disetiap HP dan bisa digunakan untuk segala transaksi non cash. Darimana trust itu tiba-tiba muncul dan semua toko (pasar) barang/jasa menerima mereka dengan penuh kepercayaan memindahkan segalla transaksinya kepada mereka?. Menurutku, tentu saja yang punya apllikasinya dan digital bank tersebut adalah para kaptalis juga sehingga pemerintah pun membolehkan mereka beroperasi. Kemaerin,kubaca berita salah satu bank bumn telah menutup kantornya dibeberapa cabang karena ...

Jangan Panik

Dari Bogor Menuju Palembang. Pagi sebelum adzan subuh pun sudah bangun bersiap ke masjid. Target jam 5.15 harus sudah berangkat ke pool DAMRI. Meleset, jam 5.33 baru berangkat sehingga jam 05.55 tiba di pool. Lega, ketika masih bisa mendapatkan bus jam 06.00. Langsung saja naik,dan bersiap tidur. Ketika di tagih karcis, sedikit heran mengapa tarifnya lebih rendah. Ternyata, bukan bus ke bandara. Wow! Jangan Panik !. Dengan segera otak kiriku bekerja mencari jalan keluar. Seolah tak ada yang salah, maka kukatakan "tolong ingatkan turun di keluar toll". Seolah bermain HP dan tak terjadi kesalahan apa-apa. Kucari informasi mengenai perkiraan waktu tempuh dari toll keluar hingga bandara. Sedikit lega karena hanya butuh setengah jam. Yes, infonya membantu membuat tenang. Terjaga, ketika penumpang sebelah minta ijin mau turun. Dan itulah tempatku harus turun. Sambil clingak clinguk cari taxi. Akhirnya sampai juga, dengan waktu lebih cepat satu jam. Dibalik kepanikan ada kemudahan...

Conclusion dalam Esai

Conclusion tak kalah pentingnya dalam esai. Jika pendahuluan memberikan kesan pertama maka conclusion meberi kesan dan pesan saat perpisahan dengan orang yang baru dikenal agar bisa memberi kenangan dan ada keinginan untuk bertemu kembali. Conclusion ini akan mengingatkan kembali pembaca terhadap argumentasi yang dibangun untuk menguatkan dan menjawab thesis statement. Conclusion akan memberikan kesan yang baik dan membekas jika bisa mempengaruhi pemikiran pembaca. Kesimpulan yang dibangun haruslah membuat pembaca tertarik mendiskusikan topik yang dibahas apalagi jika membuat pembaca bersetuju dengan argumentasi penulis. Beberapa strategi membuat kesimpulan esai yang efektif disajikan di the writing center . Tentu saja strategi tersebut dalam artikel berbahasa Inggris, anda bisa meminta bantuan google translate. Selamat membaca dan menyimpulkan.

Pentingnya Pendahuluan alias Introduction

Pendahuluan merupakan kesan pertama bagi pembaca. Jika tertarik maka dilanjutkan membaca, sebaliknya ditinggalkan bila kurang berkesan dan tak berkenan. Pendahuluan bagaikan kesan pertama bertemu dengan seseorang yang baru dikenal. Pendahuluan tulisan juga penentu pembaca untuk terus membaca atau menjauh. Pendahuluan memiliki dua tujuan yaitu: 1. Membuat pembaca tertarik dengan tema yang diangkat/ditulis 2. Memberikan panduan bagi pembaca (road map) tentang pendapat penulis dalam  thesis statement nya. Pendahuluan yang baik memberikan kesan yang jelas tidak ambigu kepada pembaca terhadap tema yang dibahas. Sehingga pembaca akan mudah memutuskan untuk terus membaca (mengulik keinginan tahu). Bagaiman teorinya menulis pendahuluan bisa secara lengkap baca di wikihow . Jadi, pendahuluan harus lah menarik dan mengundang pembaca untuk terus membaca. That's the point.

Esai?

Esai didefinisikan prosa singkat tentang subyek tertentu biasanya berisi analisis, spekulatif atau interpretasi dari penulis dengan ditunjang dengan literasi. Itulah esai. Namun, seberapa singkat? Apa subyek tertentu nya? Apa analisis, spekulatif atau interpretasi? Singkatnya, tidak ada ukuran pasti seberapa singkat dan tema apa saja yang ditulis. Sehingga beberapa indikator dalam esai yang harus ada yaitu: 1. Paragraf pendahuluan yang berisikan thesis statement 2. Body paragraph, berisi data dan argumentasi pendukung dari tema dan thesis yang ditulis di paragraf pendahuluan. 3. Kesimpulan, tentang jawaban dari thesis statement setelah dijelaskan di body paragraph dengan argumentasi yang meyakinkan. 4. Bibliography dari rujukan yang digunakan di esai, agar tidak dianggap plagiat. Konon, Montaigne (filsuf Perancis) yang mengawali menulis tentang esai dalam bukunya Essais yang berarti usaha, di tahu 1580 M. Lalu, Sir Francis Bacon mempopulerkan nya di Inggris pada tahun 1600an, den...

Dua Teknik Menuliskan Ide-ide

Era pendidikan sekarang lebih detail hingga meneliti cara kerja otak dan dominasi bagian otak mana yang sering dipakai. Kita dikenalkan dengan istilah otak kanan dan kiri. Konon, otak kiri lebih teratur dan sistematis sedangkan otak kanan bebas berkeliaran liar tanpa harus berurutan. Dari dominasi cara kerja otak tersebut, bisa digunakan untuk teknik menulis ide-ide yang muncul untuk jadi bahan tulisan. Kita bisa memakai keduanya pada waktu dan tempat yang tepat. Dalam menuliskan di blog ini pun saya banyak menggunakan dua teknik tersebut meskipun saya termasuk orang yang dominan dengan otak kiri. Dua teknik untuk menuliskan ide-ide tersebut yaitu: 1. Freewriting. Ketika kita menulis tema tertentu maka apapun yang terlintas dalam pikiran atau benak kita, tulis saja. Jangan pedulikan dahulu tentang editing, kesalahan ketik dan lain sebagainya. Ibtinya, tulis saja semua yang terlintas hingga waktu yang ditetapkan. Cobalah berlatih menulis misalnya dalam waktu 5 menit lalu lanjut 10 me...

Academic Writing?

Academic writing merupakan salah satu tipe atau jenis menulis yang berbeda dengan tulisan personal, tulisan bisnis atau tulisan kreatif. Academic writing itu tulisan dengan ide-ide yang didukung dengan hasil research dan argumentasi para pakar. Tulisannya pun diatur agar formal memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa. Asumsinya, tulisan ini dibuat untuk dikonsumsi oleh para educated (terpelajar), sehingga tata bahasa dan formalitas nya dijaga dalam setiap penulisan. Bahkan dalam penyusunan per paragraf nya pun sangat runtut dengan ide utama dan penunjang nya hingga kesimpulan. Sebagai contoh bagaimana membuat paragraf dalam academic writing dan memahami membangun ide-idenya, bisa menilik ke academic skill . Semua ada ilmu atau skillnya, begitupun untuk menulis bertujuan academic maka perlu dipelajari dan diasah agar terbiasa. Yuk mulai menulis dengan acedemic skill.