Skip to main content

Rahasia Bagaimana Membuat Orang Lain Menyukaimu

Sebagai orang dengan karakter thinking ekstrovet sudah bawaannya jika terkesan kaku. Namun, itu semua bisa dirubah dalam bersikap jika tahu rahasianya.

Secara kepribadian, setiap manusia pasti mengnginkan disukai dan memiliki banyak teman. Maka, agar kita bisa disenangi oleh banyak orang perlu dirubah cara kita bersikap dan memposisikan interaksi menjadi suatu yang menarik.

Ada 7 prinsip yang harus dilakukan agar kita disukai oleh orang lain:
1. Berminatlah kepada orang lain, jangan hanya basa-basi.
2. Tersenyumlah, karena senyum itu ibadah.
3. Ingatlah setiap nama orang yang ditemui, karena mengingatnya menunjukkan kita sangat terkesan dengannya.
4. Jadilah pendengar yang baik, biarkan mereka bercerita tentang dirinya.
5. Bicaralah mengenai minat orang lain.
6. Tuluslah dengan membuat orang lain merasa penting.

Teringat, di sebuah kantor di Jakarta. Ada seorang karyawan yang hampir tidak memiliki kawan dekat kecuali suami dan anaknya saja. Apa yang terjadi padanya adalah karena ia hampir tidak pernah melakukan prinsip-prinsip bagaimana agara orang lain menyukainya. Teersenyum pun tidak.

Setiap partner kerjanya, jika dibolehkan memilih lebih baik kerja sendirian saja daripada harus bersamanya. Mengapa? karena ia sangat menyebalkan. Ia akan berbagi yang tidak penting. Sangat perhitungan masalah uang bahkan siap bertengkar hanya urusan puluhan ribu rupiah saja. Sangat egois, namun tak pernah merasa egois.

Dan yang paling parah, ia tak pernah berminat/tertarik dengan orang lain. Ingin mendapatkan perhatian namun tak pernah mau memperhatikan orang-orang disekitarnya. Ketiadaannya lebih disukai daripada keberadaannya. Parahnya, ketika terbukti bersalah pun ia masih tak mau meminta maaf kepada orang-orang yang menjadi korbannya.

Tentu saja, tipe orang yang saya ceritakan ada dimana saja karena ia belum mengerti ilmu tentang bagaimana membuat orang lain suka padanya. Bisa jadi dibenaknya ia berpikir bahwa ia tak butuh orang lain menyukainya. Paradigma inilah yang perlu diperbaiki.

Cobalah untuk berlatih melakkan 6 prinsip diatas, hal paling kecil dengan senantiasa tersenyum ketika bertemu dengan teman sejawat. Hafalkan nama-namanya jika baru berkenalan. Berikan perhatian penuh tentang apa yang disuka dan yang tidak disukai oleh kawan kita sebagai bentuk perhatian, sehingga kita tidak salah berucap atau bersikap. Ketika mereka mulai bericara tentang minatnya, maka jadilah pendengar yang baik meskipun kita kurang nyambung dengan temanya. Jadikan sebagai informasi baru meskipun kita belum mengerti.

Bila anda bisa bersikap demkian, bersiaplah menjadi orang yang disukai banyak orang. Ga ada loe, ga rame!

Bogor, 8 Ramadhan 1438 H

Comments

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Bahaya Pluralisme

Bahaya Pluralisme, sebuah tema Kajian islam yang dilaksanakan pad ahari ahad 24 Januari 2010 di Masjid Al A'raaf Poltangan-Ps.Minggu-Jakarta Selatan. Tema ini sengaja diangkat sebagai pendidikan Politik Islam kepada masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh isme-isme yang bertolak belakang dengan Islam. Sebagai sebuah penghormatan kepada KH.Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudoyono mengusulkan untuk memberikan Gus Dur sebutan sebagai Bapak pluralisme. Hal ini menuai pro kontra. Bagi kaum liberalis, ini adalah momen untuk menyebarkan pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama.  Pada kajian Bahaya Pluralisme, yang disampaikan oleh Ustadz Ir.Heru Binawan, dipaparkan secara gamblang mulai sejarahh munculnya pluralisem di barat hingga penyebaranny ke dunia Islam.  Setidaknya ada beberap hala baya menyangkut pluralisme ini diantaranya: Hilangnya identitas seorang muslim, meluasnya dan terjagnya penjajahan di negeri-nege...