Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pertanian

Prohati: Program Pengelolaan Hasil Pertanian

Program baru untuk membantu produsen dan konsumen agar stabil harga pangannya, dinamakan prohati. Bantuan diberikan kepada kelompok atau gabungan kelompok tani agar bisa mendistribusikan hasil pertaniannya melalui toko tani indonesia. Poktan/gapoktan akan mendapatkan bantuan dukungan saran produksi dan pascapanen, pemodalan, penyuluhan/bimbingan teknis. Diharapkan poktan binaan bisa memasukkan hasil taninya ke toko tanj Indonesia untuk siap jual. Selain ke poktan, bantuan juga untuk penguatan infrastruktur penyimpanan, fasilitas distribusi, manajemen dan e-commerce. Fungsi toko tani ini yang bisa diandalkan untuk membantu penyaluran ke konsumen langsung atau ke toko yang lain. Kemampuan toko tani dalam menyerap hasil tani menjadi pembatas keturutsertaan kelompok tani/gapoktan yang ikut andil. Program/kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk memfasilitasi produsen (petani) agar terjamin pasarnya dengan menghubungkan ke toko tani. Bantuan-bantuan ini diharapkan mampu me...

Bawang Putih

Bawang putih menjadi momok bagi pola konsumsi bangsa ini. Konsumsi yang tinggi namun tak bisa menyediakan nya dengan kemampuan produksi yang sama. Tentu saja, karena geografi untuk tanam bawang putih terbatas dan harus bersaing dengan tanaman sayur lainnya. Untuk bawang putih, china memiliki absolut advantage karena faktor geografis nya. Secara sederhana, jika siapapun ingin bertanding dengan china dalam hal bawang putih, kemungkinan kalah. Kalaupun negara lain butuh bawang putih lebih baik berpikir sederhana dengan berapa produksi mandiri yang bisa dihasilkan, sisanya dipenuhi oleh negara lain. Maka, jika mau logis, targetkan produksi sendiri, bantu petani bawang dengan menuju kemandirian terutama dengan teknologi sehingga cost production nya rendah. Perbaiki jalur logistik dan transportasi agar tetap murah sampai ke konsumen. Dijamin, produksi dalam negeri akan lebih murah dibanding luar karena faktor transportasi. Jika sudah demikin, permainan tarif menjadi dealing untuk bertukar ...

Pertanian Organik, Mungkinkah?

Salah satu agenda Nawacita adalah membangun 1000 desa organik. Istilah seribu, bila dalam bahasa jawa berarti banyak. Secara kuantitas target tersebut dibagi dalam 650 desa sektor tanaman pangan, hortikultura 250 desa dan perkebunan 150 desa. Untuk memenuhi target tersebut per tahun rata-rata dibangun 250 desa. Pasar produk organik dunia bertumbuh 20% per tahun dengan pasar terbesar AS, Jerman, Perancis dan China. Trend setter pangan organik didunia semakin naik sehingga pasarnya sangat luas. Penjualan sayuran organik diperkirakan USD 100 juta per tahun di Jabodetabek. Berdasarkan jenis produk, terbesar di Indonesia adalah beras lalu sayuran. Konsumen Indonesia membeli pangan organik rata-rata karena kesadaran akan kesehatan dan kemasannya menarik. Dengan jumlah penduduk 254 juta orang, ada 12 juta yang tercatat sebagai konsumen organik. Secara prosentase masih kecil namun sudah cukup besar secara jumlah riilnya. Kendala produk organik ini diantaranya ada pada harga. Biaya input dalam ...

Menuju Lumbung Pangan 2045

Ambisius mungkin tapi realistis. Terlepas dari perdebatan apakah bangsa ini berswasembada apa belum, secara bertahap menunjukkan ada keberanian untuk menghentikan impor beras. Secara kinerja pertanian terus menunjukkan progress positif. Target produksi yang dicanangkan dicapai dengan memperhatikan penggunaan lahan dan pengairan. Milyaran bahkan triliunan rupiah sudah digelontorkan untuk mendorong luas tambah tanam dan bisa hidupnya lahan terlantar. Pun menariknya, masalah distribusi input dan output mengajak aparat keamanan untuk mengawal stabilitas harga input dan output pangan. Keberhasilan mengajak aparat kemanan seperti TNI dalam menjaga lahan pangan agar dibudidayakan, dan mengawal petani untuk melaksanakan program pemerintah. Maka, hasilnya kestabilan pangan tercipta. Membangun fondasi lumbung pangan. Daratan Indonesia 191,1 juta ha. Ada 15,9 juta Ha bisa dikembangkan untuk pangan. Apabila bangsa ini menginginkan menjadi lumbung pangan maka perlu segera selesaikan reformasi agrar...

Kebijakan dan Program Pembangunan Pertanian Tahun 2018

Proses perencanaan pembangunan pertanian tahun 2018 sudah dimulai sejak Januari 2017. Bappenas telah menetapkan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018 adalah “Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas”. Pada tahun 2018, program prioritas Kementerian Pertanian dalam rangka prioritas nasional ketahanan pangan. Secara makro, ada dua program prioritas peningkatan produksi pangan dan pembangunan sarana dan prasarana pertanian. Program-program tersebut di break down menjadi kegiatan-kegiatan prioritas diantaranya: 1. Produksi padi 79,3 juta ton 2. Produksi jagung 23,4 juta ton 3. Produksi gula 3,2 juta ton 4. Produksi daging sapi 710 ribu ton 5. Produksi kedelai 2,3 juta ton 7. Produksi cabai merah 1,2 juta ton, cabai rawit 782,3 ribu ton dan bawang merah 1,3 juta ton Target-terget tersebut yang sudah terdokumen di perencanaan Bappenas. Sejtinya, Kementan selalu mengevaluasi dan menyesuaikan target-target dengan realit...

Menuju Kedaulatan Pangan di Tahun 2019

Salah satu visi misi pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah mewujudakan kedaulatan pangan. Ada beberapa hal yang akan dan sedang dilakukan diantaranya: pembangunan dan perbaikan infratruktur pertanian, bantuan alsintan, subsidi pupuk, benih dan pestisida, dan pemberdayaan penyuluhan pertanian. Komoditas-komoditas utama yang menjadi target swasembada dan pemenuhan produksi dalam negeri yaitu: padi, jagung, kedelai, jagung, tebu, cabai, bawang merah dan  daging sapi/kerbau. Komoditas-komoditas tersebut menjadi sasaran utama dalam pembangunan pertanian. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah Jokowi-JK, anggaran Tahun 2015 Kementerian Pertanian dinaikkan menjadi dua kali lipat dibanding tahun 2014, sebesar Rp 32 triliun. Dengan penambahan uang yang sangat besar tersebut maka diharapkan kinerja kementan dan instansi-instansi pertanian lainnya harus meningkat 100% dibadningkan sebelumnya. Disinilah letak vitalnya bagian perencanaan pertanian. Semua proses ...

DIREKTIF PRESIDEN DI BIDANG PERTANIAN

Ada 3 kegiatan/program direktif Presiden yang harus dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Tiga kegiatan tersebut adalah: 1.       Percepatan pembangunan NTT dan pemberdayaan ekonomi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di NTT yang dilaksanakan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen Tanaman Pangan dan Badan Ketahanan Pangan. 2.       Program pembangunan peternakan ( Ranch- Sapi NTT dan Papua) 3.       Pengembangan Teknologi Unggul (Benih) Padi Nasional Tahun 2013 Kegiatan direktif Presiden yang lain adalah PERKEMBANGAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN MADURA (Pengembangan Tebu dan Pengembangan Pembibitan Sapi) . Kegiatan ini dalam proses pelaksanaan. Anggaran untuk kegiatan di Madura sebesar Rp 99,7 M dengan sub kegiatan 1). Pengembangan sapi dan kambing Rp 10,5 M dan 2). Pengembangan tebu Rp 89,2 M. Proses birokasi kegiatan ini cukup panjang sehingga anggaran bias cair di bulan-bu...