Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Hikmah

Kutahu yang Kumau

Entah apa jadinya jika kita tak tahu untuk apa hidup di dunia ini. Tak tahu arti hidup bagaikan berjalan tak tahu arah dan tujuan. Kunci kesuksesan dalam hidup ini jika kita tahu tujuan hidup. Sebagai seorang muslim, saya tegaskan bahwa tujuan hidup di dunia ini sebagai Khalifah, pengemban amanah tuk diuji di dunia apakah kuat memegang aturan ilahi atau pembangkang. Tak ada yang lebih agung dari tujuan hidup seorang hamba kecuali Ridlo Illahi.   Sebaik-baik manusia ketika diberi umur panjang, digunakan untuk memperbanyak amal sholih. Disini, jelas bahwa tujuan kita di dunia sangatlah berarti. Hiasilah dengan banyak capaian yang bisa menjadi bekal tuk akhirat. Sebagai seorang anak, maka tujuanya adalah menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dengan memperbanyak amal shollih dan prestasi yang membanggakan baik di sekolah maupun lingkungan. Sebagai orang tua, bertujuan mencetak generasi pencinta Allah dan Rasul-Nya. Generasi yang unggul dan pemimpin masa depan. Sebagai pengusaha...

Memupuk Jiwa Juara

  Ada yang bilang bahwa attitude merupakan cara sikap kita dalam menghadapi hidup. Ada dua sikap yang bisa dilihat, yaitu sikap positif dan negatif. Attitude yang positif akan menuntun kepada fokus meraih kesuksesan dan sikap pantang menyerah. Kita hidup pasti dihadapkan kepada problema dan kendala, disitulah dibutuhkan attitude yang positif dalam mengatasinya.   Attitude bisa bermula dari pemikiran (ide/konsep/pemahaman) tentang sesuatu hal, bisa disebut dengan cara pandang. Maka, penting pulalah dalam menjaga dan memiliki cara pandang yang positif (positif thinking) dalam membangun attitude positif. Disadari atau tidak, kondisi kita hari ini merupakan hasil dari apa yang dipikirkan kemarin. Berarti, hari esok (masa depan) sangat ditentukan oleh apa yang kita pahami dan lakukan hari ini.  Lebih baik menyalakan lilin daripada mengumpat kegelapan. Terkadang, kita cenderung untuk menyalahkan masa lalu dan akhirnya tak berbuat apa-apa untuk masa depan. Masa lalu yang kel...

Semalam Di Purwokerto

Dengan sedikit deg-degan habis berlari agar tidak ketinggalan kereta Bima menuju Purwokerto, aku memulai perjalanan ini dari Gambir. Jam 16.30 menunjukkan 5 menit lagi kereta akan berangkat. Tepat 21.30 kereta Bima tiba di stasiun Purwokerto. Pengelaman menarik di kereta ketika ku harus sholat di kereta, sebuah ruangan kecil untuk satu orang tempat sholat, sambil merasakan goncangan kereta ku harus sholat seperti orang mabuk yang bergerak-gerak. Alhamdulillah, kereta ini telah memberikan fasilitas untuk sholat. Pengalaman yang luar biasa. Manajemen KAI cukup bagus, kereta sangat tepat waktu. Teringat kembali bagaimana ketika kubernagkat dari stasiun Bogor pukul 14.40 dan tiba di Gondangdia jam 16.10. Sepanjang jalan kugunakan berdzikir istighfar dan sholawat agar tak ada gangguan di jalan sehingga harus ketinggalan kereta. Sekali lagi Alhamdulillah! Setibanya di stasiun Purwokerto, ternyata pulsaku habis sehingga tidak bisa telepon orang yang mau menjemputku. Jadinya harus ke toko ...

Tentang Dakwah Fase Mekkah Era Rasulullah SAW

Ada tahapannya, ada prosesnya. Sejak risalah Islam diterima Nabi Muhammad SAW, maka secara resmi dakwah dijalankan. Yang terdekat, menjadi sasaran dakwah Islam. Istri, sepupu, budak, paman dan sahabat-sahabat Rasulullah pun masuk Islam. Yang menolak pun tak sedikit dari kerabat. Ada tempat sebagai senter (Pusat) dakwah dalam fase pembinaan dan kaderisasi. Rumah Arqom bin Al Arqom sebagai tempat rahasia berkumpulnya para sahabat dalam pembinaan. Tak jarang, Rasulullah SAW mengutus sahabat untuk membina ke keluarga yang bersedia untuk masuk Islam. Tahapan ini difokuskan untuk mengkristalkan akidah Islam dalam setiap individu-individu yang memeluk Islam. Islam menjadi way of life bagi setiap sahabat. Tak ada yang bisa menukar iman mereka, bahkan nyawa pun siap dikorbankan. Lihatlah karakter Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Bilal dan sahabat lainnya. Islam telah menjadi pusat edar dalam hidup meraka. Hidup para pejuang Islam di fase ini berubah drastis. Dengan Islam dan mendakwahkannya, mere...

SELAMAT DARI PENGARUH KEMUNAFIKAN

Sungguh kenikmatan tiada tara bagi orang-orang mukmin adalah diutusnya Rasulullah SAW dengan membawa risalah Islam. Tanpa Rasulullah tentu kita tidak bisa merasakan mulia dan indahnya Islam bisa sampai kepada kita semua. Keberadaan Rasulullah di tengah ummat juga untuk membersihkan masyarakat dari kerusakan dan kebinasaan dengan cara amar ma’ruf dan nahi munkar serta maghfiroh Allah melalui Rasulullah SAW. Saat ini, kita bisa menjadi saksi bagi ummat lain bahwa kaum mukmin adalah ummat terbaik dengan catatan melakukan karakter dakwah menyeru kepada Islam dan amar ma’ruf nahi munkar. Warisan terbesar Rasulullah SAW adalah Al quran dan Sunnah yang menjadikan masyarakt jahiliah menjadi masyarakt yang mulia hingga peradabannya mampu memimpin dunia. Keberadaan Rasulullah SAW menjadi nikmat yang sangat besar karena beliaulah kita bisa berIslam, bahkan Allah SWT memuliakan Rasulullah SAW dengan sholawat kepada Nabi dan memerintahkan seluruh mahlukNya untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muh...

Pasar Epos (Energi Positif)

Setelah membaca buku Kubik Leadership, saya beru menyadari selama ini hidup dilingkungan kerja yang salah karena terlalu banyak energ negatif. Saya berkumpul dengan 2 orang dominan yang sangat besar energi negatifnya. Pertama, pejabat yang mendapatkan jabatannya dengan cara menyuap atasan alias setoran. Kedua, pejabat yang mendapatkan jabatannya melalui parpol dengan nafsu besar berkuasa. Pasar negatif seharusnya kita jauhi karena akan menyerap energi positif yang kita miliki, sehingga kita tak kan mampu berkembang bahkan kita tak kan bisa kemana-mana (stagnan). Adapun ciri-ciri pasar energi negatif ditandai dengan: 1. Para pelakunya menyimpan banyak energi Tabungan Energi (TE) negatif. Dalam kasus yang saya hadapi, energi negatif dari dua orang tersebut adalah senantiasa melakukan hal-hal kotor seperti fiktif, mark up dana, dan meminta setoran bawahan. Jika kita tidak memenuhi bahkan menentang maka bisa dihitung berapa energi yang harus kita keluarkan. Jika anda seorang karyawan ...

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TERASING

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TERASING* Oleh: Abu Athaya Al Jambary Rasulullah saw bersabda “Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah) Al ghuraba’ (orang-orang yang terasing) memiliki sifat diantaranya: 1. Reformis atau revolusioner Tidak diterapkan aturan Allah SWT   (syariat Islam) di segala lini kehidupan menjadikan manusia hidup dengan aturannya sendiri, kerusakan di lautan dan di daratan telah tampak akibat ulah-ulah manusia. Banyak manusia tidak tahu akan syariat Allah sehingga terbiasa dengan meninggalkan kewajiban dan menjalankan yang haram. Riba sudah menjadi nadi kehidupan ekonomi. Dalam mengatur rakyat (berpolitik) tidak lagi menggunakan siyasah syar’iyyah melainkan politik dagang sapi (transaksional). Halal dan haram bukan lagi standar dalam setiap perbuatan melainkan asas manfaat yang menjadi pilihannya. Pada kond...

Meninggalkan Syubhat

Oleh: Hisyam Rusyda Sesungguhnya kebaikan adalah yang menenteramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah yang membimbangkan hati dan yang tidak menenangkan jiwa. Sudahkan kita introspeksi diri   dari setiap harta yang kita punya, tiap jabatan yang diamanahkan dan dari tiap apa yang kita makan diperoleh dengan cara yang halal? Perkara yang halal itu jelas dan perkara yang haram itu jelas, diantara keduanya terdapat syubhat. Semoga kita dijauhkan dari perkara syubhat dan berani menjauhkan diri (menolak) hal-hal syubhat.    Rasulullah saw bersabda: “...Dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti dia telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar tanah terlarang, maka kemungkinan besar binatangnya akan memasuki kawasan tersebut...” (Mutafaq ‘alaih)    Apakah dengan kemewahan dan jabatan yang mentereng akan selalu membahagiakan?. Bisa jadi karena syubhat inilah, meskipun seseorang berharta banyak ...

Bertawakal

Oleh: Hisyam Rusyda Jika hati ini masih bergetar setiap disebut nama Allah tak perlu ragu akan nasib masa depan. Ketika setiap dibacakan ayat-ayat-Nya, semakin teguh imannya maka tak perlu kuatir akan rizkiNya. Ingatlah! kunci rizki Allah hanyalah tawakal kepadaNya. Tengoklah, bagaimana burung yang terbang di pagi hari dengan perut kosong dan kembali ke sarang dengan perut kenyang.  Jika Allah menjamin semua rizki mahluk Nya, mengapa kita masih takut miskin dan menggadaikan harga diri kepada mahluk hanya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan yang sifatnya sementara?. Bukankah siapa saja yang bertawakal (berserah diri) kepada Allah, maka cukup baginya?. Cukuplah Allah, Dzat Yang Menjadi tempat menyerahkan segalanya (Al Wakiil). Hanya Allah yang mempunyai ilmu dan kemampuan yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan manusia,   yang mempunyai kasih, perhatian dan rasa sayang yang sempurna kepada manusia. Tidak ada lagi kekuatan lain melebihi kekuatan-Nya ...