Skip to main content

Propolis Diamond

Batuk yang menahun, setiap pergantian musim, pasti kambuh. Jika sudah kambuh kena air sedikit saja batuk keluar. Sungguh sangat menyiksa. Penyakit batuk ini kuderita sejak di Malang-Jatim. Jika sudah parah-parahnya, maka keluar malam pun tidak bisa kulakukan, karena tersiksa dengan batuk, segala aktifitas pasti terhambat.

Kemarin, sebelum melakukan perjalanan agak jauh, aku mencari obat batuk kimia yang ada peringatannya "obat Keras", dengan harapan segera sembuh dan terhindar dari siksaan batuk di perjalanan yang tentu menggangu penumpang lain.Ternyata, batukku lumayan tertahan tetapi efeknya kepada syarafku, daerah kepala bagian belakangku terasa berat dan pusing. Perjalanan yang menyiksa diriku sendiri.

Sepulang dari perjalanan, obat kimia tidak kulanjutkan. Karena kupikir batuk kambuhanku karena alergi saja, seperti diagnosis temenku yang seorang dokter. Batuk yang "menyiksaku" mendapat perhatian seorang teman yang mencoba menawariku obat segala macam penyakit sebagaimana yang tertera di Al Quran tentang keajaiban lebah yang mengandung obat dari segala macam penyakit.

Awalnya, aku belum tertarik karena aku lebih suka dan sudah terbiasa menikmati batuk kambuhanku karena alergi ini. Namun, aku tersentak ketika ada seorang yang kucintai penyakit darah tingginya kambuh. Maka, aku termotivasi untuk mencarikan obat baginya. Dan aku akan mencobanya sendiri dulu tentang keampuhan obat ini.

Sekarang (ketika tuulisan ini kubuat), aku baru memakai obat yang namanya "PROPOLIS DIAMOND". Sungguh luar biasa, pertama kupakai dengan dosis 5 tetes, fluku mulai mereda, dan pusingku mulai ringan, batukku tidak separah sebelum kuobati dengan obat ini.

Propolis merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah. Di alam, lebah mengumpulakan getah dari berbagai jenis tanaman, untuk kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat pada mulut lebah sehingga dihasilkan propolis. Bagi lebah propolis berfungsi sebagai zat kekebalan sarang dan tubuh lebah dari bakteri, virus, jamur dan pollutan lainnya.

Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. Saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit "gangguan" dan kondisi tersebut dinamakan sebagai "tanggapan baik" Atau Tindak Balas

Tindak balas yang kurasakan, batuk seperti ingin mengeluarkan dahak yang ada, padahal sebelumnya batukku tidak berdahak, sedikit pusing atau terasa ada tekanan di kepala bagian syaraf, lalu gejala flu meringan.

Hasil sementara yang kudapatkan, jika setiap pagi kuharus terbiasa "bertempur" untuk mandi karena setiap kena air pasti batukku kambuh, maka semenjak minum Propolis, alhamdulillah mulai berkurang batukku. Tanda-tanda alergi mulai menghilang juga, sensitif terhadap dingin atau air juga mulai berkurang.

Sementara ini dulu testimoniku. Semoga ihtiarku mendapat ridho-Nya, berobat adalah sunnah. Dan bersabar terhadap setiap penyakit adalah wajib.

It's time for Road Show
Besok pagi, insyaAllah kuberangkat ke Makasar guna mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (6-8 agustus 2008). Muia senin depan juga sudah mengadakan perjalanan kembali Jawa-sumatera guna melakukan Kajian Tingkat Inovasi Pada Petani. Semoga bisa singgah dan silaturahmi kepada saudara-sauadara dan sahabat-sahabatku yang lama tak berjumpa. Sambil tugas bisa pulang kampung juga, boleh kan?

Oleh karena itu, stamina dan kesehatan tubuh sangat dibutuhkan untuk melakukan road show ini. Propolis ini salah satu alternatif, meski agak mahal harganya, semoga khasiatnya bisa dirasakan.

Bersambung ke testimoni berikutnya dan catatan perjalannku....

Comments

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Bahaya Pluralisme

Bahaya Pluralisme, sebuah tema Kajian islam yang dilaksanakan pad ahari ahad 24 Januari 2010 di Masjid Al A'raaf Poltangan-Ps.Minggu-Jakarta Selatan. Tema ini sengaja diangkat sebagai pendidikan Politik Islam kepada masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh isme-isme yang bertolak belakang dengan Islam. Sebagai sebuah penghormatan kepada KH.Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudoyono mengusulkan untuk memberikan Gus Dur sebutan sebagai Bapak pluralisme. Hal ini menuai pro kontra. Bagi kaum liberalis, ini adalah momen untuk menyebarkan pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama.  Pada kajian Bahaya Pluralisme, yang disampaikan oleh Ustadz Ir.Heru Binawan, dipaparkan secara gamblang mulai sejarahh munculnya pluralisem di barat hingga penyebaranny ke dunia Islam.  Setidaknya ada beberap hala baya menyangkut pluralisme ini diantaranya: Hilangnya identitas seorang muslim, meluasnya dan terjagnya penjajahan di negeri-nege...