Skip to main content

The Fighter of life

Menjadikan hidup lebih baik (mindset caracter)
1. Kembali kepada keyakinan yang benar
Cobalah untuk memahami arti kehidupan ini, jika kita hidup ini hanya sementara dan di dunia kita hanya untuk ibadah maka cobalah pikir apa yang benar-benar ingin kita lakukan atau targetkan.Pikirkan apa yang benar-benar kita inginkan sesuai dengan keyakinan tersebut.
Masihkah ada perasaan iri ketika melihat orang lain mempunyai yang kita tidak punya?Mereka bisa mempunyai sedangkan kita tidak atau belum?Maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut, coba kembalikan kepada keyakinan yang kita miliki.Apakah kita perlu memiliki apa yang dimiliki orang lain?
Sayyidina Ali ka. mengatakan bahwa irilah terhadap 2 orang yaitu orang yang kaya dengan kekayaanya ia banyak berinfak di jalan Allah dan orang yang berilmu dengan ilmunya ia berjuang di jalan Allah.

2. Identifikasi suara-suara sumbang dari luar diri kita
Setelah memiliki keyakinan yang kuat tentang kehidupan ini maka seseorang akan menjalani hidup dengan optimis dan penuh perubahan ke arah yang lebih baik. Namun demikian, pasti lah akan ditemui suara-suara sumbang yang akan menganggu kekokohan keyakinan sehingga membuat kita menjdi minder.
Seperti kisah seorang teman yang mantan preman sewaan, ketika ia bertobat dan memilih jalan kebenaran, bagitu banyak pandangan picik dari lingkungannya yang mengatakan buat apa, jangan sok, rusak ya rusak ga usah sok alim dan lain sebagainya. Jika dia menuruti dan mendengar suara-suara sumbang tersebut maka bisa ditebak bahwa ia tidak akan pernah bisa berubah, Maka dengan mengidentifikasi suara-suara negatif tersebut kita bisa menyiapakan mental dan tanggung jawab untuk menghadapinya tanpa menggeser sedikit pun apa yang kita lakukan sesuai keyakinan yang benar.

3. Buang jauh-jauh predikat negatif terhadap diri yang ada dalam pikiran kita
"Ya, aku memang rusak","Ya, aku memang bodoh",Ya, aku memang tak pantas" dan lain sebaginya adalah predikat negatif yang diberikan oleh diri kita sendiri terhadap diri kita. Maka predikat tersebut haruslah dibuang sejauh-jauhnya,kita katakan bahwa potensi semua manusia sama sebagai hamba Allah.Seorang "big boss" saja bisa berubah menjadi lebih baik dan ahli syurga seperti Umar ibnu Khaththab setelah merubah image tentang dirinya dan berislam secara kaffah. Kelompok rampok Al Ghifari saja bisa berubah dengan memeluk Islam dan menjadi mulia karenanya. Orang yang berkulit hitam dan mantan budak saja bisa menjadi mulia dan harum namanya seperti Bilal.
Maka kita rubah predikat negatif menjadi positif dalam mindset kita bahwa "saya seorang muslim yang berusaha taat dengan sekuat kemampuan,saya akan mampu insyaAllah untuk menjadi pintar, untuk menjadi pengusaha sukses, untuk menjadi guru teladan, untuk menjadi.....dan lain-lain".Dengan usaha yang kuat dan tawakal tiada yang mustahil selama sesuai fitrah manusia dan sesuai hukum Alam.

4. Jangan Dengarkan Kritik Walaupun Hanya Bercanda
Ketika kita punya keinginan kuat untuk mewujudkan sesuatu (sesuai keyakinan yang benar) maka jangan pedulikan kritikan-kritikan yang membuat kita goyah walaupun hanya bercanda.Tentunya Michael Jordan tidak akan menjadi super star pemain bola basket ketika ia menerima kritik dan ditolak untuk menjadi pemain di universitasnya.Bersikaplah cuek terhadap orang-orang yang bisanya hanya mengolok-olok dan mencela.Selama apa yang kita lakukan benar (sesuai keyakinan) dan bermanfaat maka lakukan saja walaupun seluruh isi bumi menghinanya.

5. Kita Tidak Sendirian
Di bumi ini Allah menciptakan mahluknya,salah satunya adalah kita (manusia) maka tidak usah bersedih dan berkecil hati,kita menjalani hidup ini tidak sendirian, begitu pun di dalam berjuang mencari penghidupan yang lebih baik, Kita punya teman, keluarga dan orang-orang yang selalu dengan kita karena kesamaan visa dan misi.

6. Buat Pengakuan Dan Beri Pujian Yang Baik Terhadap Diri
Baik adalah apa yang sesuai dengan keyakinan (believe).Maka jangan sungkan untuk memberi pujian terhadap diri ini ketika berani melakukan sesuatu kebaikan tetapi bukan untuk narsis,riya atau pun sombong. Lebih kepada bentuk syukur,semisal ketika kita berani memilih bekerja dengan cara halal dan meninggalkan cara haram walaupun secara materi lebih menjanjikan,maka kita katakan "Alahamdulillah,saya masih kuat untuk berdiri dalam kebenaran".

7. Selalu Memunculkan Kekuatan Motivasi (iradah) Untuk Berbuat Baik
Semuanya butuh proses, dengan menyadiri kondisi kita sekarang maka kita bisa mengukur seberapa jauh lagi kita sampai kepada target yang akan kita raih dan tujuan yang akan kita wujudkan.Tiada yang tidak berubah,namun kita adalah subyek dari perubahan bukan lah obyek.Kita mampu untuk mewujudkannya dengan tekad yang kuat dan didukaung oleh orang-orang yang kuat pula berada di sekitar kita (sevisi dan misi,kita tidak sendiri).Maka selalu membangun komunikasi dengan orang-orang tersebut adalah komunikasi yang selalu kita butuhkan,dan jangan pernah keluar dari lingkungan orang-orang yang kuat tersebut.Carilah guru, teman, sahabat yang baik yang selalu mengelilingi kita."Sekarang atau nanti kita harus meraih tujuan (sesuai keyakinan)dan harus dimulai atau diteruskan hingga ajal pun datang"


Yes, I am Fighter of Life!Make be better life with another.


Comments

  1. yang baik buat orang blum tentu baik untuk kita... gt ya pak..
    iri membuat syaraf2 menyimpul sehingga menjadi ruwet..
    lama2 mati rasa.. dan membusuklah hati itu

    ReplyDelete

Post a Comment

Allah always see what we do!

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Lagi Rame Fufufafa

 Skandal akun Fufufafa menghangatkan politik di Indonesia. Bila benar memang fuffaf adalah akun milik Gibran, maka ini menjadi skandal yang memalukan bangsa karena banyak hatespeech dan rasis serta porno menghiasi statemen dan komentar fufufafa dalam akunnya.  Yang unik, fufufafa banyak menghina dan melecehkan Prabowo dan keluarganya. Banyak pernyataan fufufafa yang mengindikasikan isi kepala nya tak jauh dari porno dan kebencian. Menjijikkan! itulah kesan pertama membaca isi statemen fufufafa di kaskus. Entahlah apa yang terjadi bila Prabowo keluarga dan timnya tahu mengani skandal fufufafa ini, masihkah mereka nyaman bekerjasama dengan pelaku ujaran kebencian dan rasisme ini.  Menjadi babak baru bagi perpolitikan Indonesia. Pelajaran politik berharga bagi anak bangsa bahwa politik itu adalah urusan rakyat yang diberikan kepada penguasa untuk memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik. Apa jadinya jika pelayan rakyat dengan paradigma dan pemikiran penuh ujaran kebencian ...