Skip to main content

Demokrasi Biang Kezaliman?

Melihat kondisi politik, ekonomi, kesehatan, keamanan, kedamaian dan sosial masyarakat di Indonesia, tak ada salah jika ada pihak yang melihat nya sebagai hasil berdemokrasi. Karena selama ini, bangsa Indonesia memang menerapkan sistem demokrasi. Memilih presiden, gubernur, bupati dan wakil rakyat dengan cara demokrasi. Otomatis hasil kinerja dan aturan yang dibuat berdasarkan mekanisme demokrasi.
Wajar lah, jika ada hasil hukum yang tidak adil, ini lah produk demokrasi di Indonesia. 
Kerumunan oleh rakyat kecil atau musuh politik, pasti dengan tegas ditindak. Beda jika yang buat kerumunan di masa pandemik adalah penguasa, am dari delik hukum. Ya inilah realita demokrasi.
Ketika diumumkan kekayaan penyelenggara negara yang naik begitu cepat sedang kan kaum miskin bertambah, ya inilah ekonomi demokrasi di Indonesia. Itulah realita nya ketika diterapkan hasil demokrasi.
Kebebasan berpendapat? Dijamin dalam sistem demokrasi. Silahkan berpendapat dan mengkritisi. Bila penguasa tak berkenan, sehingga ditangkap aparat dan mural dibersihkan, maka ya inilah demokrasi di Indonesia. Beda jika pendapat dan kritik nya ditujukan kepada musuh politik, meski tak beretika bahkan terbukti sebar hoak, tak kan ada tidakan hukum nya. Ya inilah realita demokrasi sekarang ini.
Masih mau nuduh Indonesia tak demokratis?

Comments

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Bahaya Pluralisme

Bahaya Pluralisme, sebuah tema Kajian islam yang dilaksanakan pad ahari ahad 24 Januari 2010 di Masjid Al A'raaf Poltangan-Ps.Minggu-Jakarta Selatan. Tema ini sengaja diangkat sebagai pendidikan Politik Islam kepada masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh isme-isme yang bertolak belakang dengan Islam. Sebagai sebuah penghormatan kepada KH.Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudoyono mengusulkan untuk memberikan Gus Dur sebutan sebagai Bapak pluralisme. Hal ini menuai pro kontra. Bagi kaum liberalis, ini adalah momen untuk menyebarkan pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama.  Pada kajian Bahaya Pluralisme, yang disampaikan oleh Ustadz Ir.Heru Binawan, dipaparkan secara gamblang mulai sejarahh munculnya pluralisem di barat hingga penyebaranny ke dunia Islam.  Setidaknya ada beberap hala baya menyangkut pluralisme ini diantaranya: Hilangnya identitas seorang muslim, meluasnya dan terjagnya penjajahan di negeri-nege...