Skip to main content

Menulis Berita

Ahir-ahir ini, pemerintah disibukkan dengan berita-berita bohong (hoax) yang beredar secara masif melalui media sosial dan web. Tentu saja, penulisannya tidak menggunakan kaidah jurnalistik dan etika. Bahkan, ada tim opini yang sengaja memuat berita hoax demi kepentingan politik (pilkada, dll).

Ada hal yang perlu kita ingat bahwa berita yang ditulis seharusnya layak berita. Berita yang layak dipublikasikan untuk khalayak. Kriteria-kriteria layak berita haruslah sesuai dengan etika jurnalistik, memenuhi nilai-nilai dan unsur-unsur berita serta dengan bahasa yang baik.

Unsur-unsur berita yang perlu diperhatikan mencerminkan 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How). Unsur tersebut menuntun untuk memberitakan faktual berdasarkan fakta/kejadian, bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Nilai-nilai berita yang bisa diangkat menjadi berita semisal keunikan, keterbaruan, tren, keterkenalan, pertama kali, manusiawi dll. Nilai-nilai ini perlu dipegang bukan untuk membuat berita hoax dan membesar-besarkan masalah (konflik) demi keterkenalan, namun sebagai dasar berita agar bernilai dan menarik untuk dibaca.

Secara makro, kaidah jurnalistik dibagi menjadi dua yaitu: piramida terbalik dan struktur. Piramida terbalik dalam menyampaikan urutan level penting. Semakin penting informasinya maka semakin di dahulukan baru yang kurang atau tidak penting di bagian terahir.

Struktur berita bisa dikategorikan dalam angle, judul, lead, dan tubuh berita. Angle (sudut pandang dalam melihat fakta) sangat dipengaruhi oleh visi, ideologi dan ketertarikan dari penulis berita. Contoh terbaik dari angle ini adalah situs berita Islam dengan situs berita umum (sekuler). Meskipun faktanya sama, cara penyampaian beritanya sangat terasa ideologinya (keberpihakan).

Judul diusahakan dengan bahasa yang menarik, pendek dan kalimat aktif. Lead berita haruslah menarik, tidak bertele-tele dan mengandung unsur-unsur berita. Tubuh berita alangkah baiknya dengan prinsip “dahulukan yang penting/menarik” dan ceritakan secara kronologis bila terkait event.
Saatnya untuk mempraktikan menulis berita meskipun kita bukan seorang wartawan. Dengan kaidah-kaidah sederhana diatas maka kita bisa terhindar dari menulis hoax serta sesuai dengan kaidah jurnalistik. Selamat mencoba!

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Lagi Rame Fufufafa

 Skandal akun Fufufafa menghangatkan politik di Indonesia. Bila benar memang fuffaf adalah akun milik Gibran, maka ini menjadi skandal yang memalukan bangsa karena banyak hatespeech dan rasis serta porno menghiasi statemen dan komentar fufufafa dalam akunnya.  Yang unik, fufufafa banyak menghina dan melecehkan Prabowo dan keluarganya. Banyak pernyataan fufufafa yang mengindikasikan isi kepala nya tak jauh dari porno dan kebencian. Menjijikkan! itulah kesan pertama membaca isi statemen fufufafa di kaskus. Entahlah apa yang terjadi bila Prabowo keluarga dan timnya tahu mengani skandal fufufafa ini, masihkah mereka nyaman bekerjasama dengan pelaku ujaran kebencian dan rasisme ini.  Menjadi babak baru bagi perpolitikan Indonesia. Pelajaran politik berharga bagi anak bangsa bahwa politik itu adalah urusan rakyat yang diberikan kepada penguasa untuk memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik. Apa jadinya jika pelayan rakyat dengan paradigma dan pemikiran penuh ujaran kebencian ...