Skip to main content

Tantangan: Berani Mencoba?


Tantangan. Terkadang kita memang butuh REAKTIF terhadap hidup kita agar bisa menghilangkan kejenuhan. Orang-orang yang serius dengan kerjanya atau cita-citanya akan selalu dihadapkan pada pola kehidupan penuh ambisi tetapi mudah muncul kejenuhan. Adanya tantangan akan menjadi variasi dalam menghiasai kehidupan orang-orang yang serius.
Tantangan bisa menjadikan energi kita terkumpul untuk menghadapi tantangan tersebut,atau setidaknya kita bisa mengukur seberapa kekuatan kita. Ketika kita mampu menghadapi tantangan tersebut dan sukses bisa jadi kekuatan kita lebih besar dari yang kita keluarkan untuk mengahadapi tantangan tersebut,sehingga kita butuh tantangan yang lebih besar.
Ketika kita tidak mampu melewati tantangan tersebut,tetapi kita sudah mencoba dengan sekuat tenaga,maka kita juga sudah bisa mengkur kekuatan kita,sehingga kita bisa meloncat lebih jauh dan menyiapkannya sedini mungkin untuk menghadapi tantangan yang sama atu lebih besar.
Begitu banyak kesuksesan yang kita raih karena sejak awal kita berani menerima tantangan.
Pengalamanku,salah satunya ketika aku ditantang untuk masuk Sekolah Favorite,padahal aku dari sekolah kecamatan,maka pola belajarku berbeda dengan orang-orang yang takut menerima tantangan,dan aku berhasil tercatat salah satu alumni sekolah favorite tersebut.
Kemudian tantangan untuk S1, hingga tantangan untuk segera nikah, sudah kulalui semua. Sekarang pun aku kerja karena sebuah tantangan pembuktian kepada ibu tercintaku bahwa aku sebenarnya mampu seperti yang dia harapkan. Kubuktikan untukmu ibu,dan aku akan menikmatinya demi kebahagiaanmu.
Begitu banyak tantangan yang belum terjawab,dan aku ingin selalu ada tantangan agar membuatku selalu hidup penuh optimis. setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan.
Sekarang,aku ditantang untuk bisa membuktikan kepemimpinan dan manajerialku,aku harus bisa lebih baik dari pendahulu-pendahuluku. Dan aku kan berkarya dengan tantangan-tantangan yang kubuat atau kudapat dalam kehidupan ini. Untuk sobatku,kutantang untuk selalu berkarya,mari berpacu!
Jika kalian bisa, aku insyaAllah bisa!Ku tunggu Tantanganmu......

Comments

  1. Allah selalu mengetahui... dan Allah menunggu... Hidup adalah kesempatan dan pilihan....

    ReplyDelete
  2. Tantangan sudah pasti ada.
    Tergantung kita berani mencoba.
    Ia hadir ketika setiap saat, tp terkadang kita terlena dan akhirnya menjadi hampa.
    Hidup biasa-biasa tanpanya.

    Jujur Aq belum bisa mengalahkan tantangan2 yg ada..
    tp Aq akan mencoba dan berusaha menjadi pemenang.

    thxs untuk Inspirasinya!!
    Ternyata banyak bgt yg menantang Aq!!
    Kemana aj Aq ini??!! ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Allah always see what we do!

Popular posts from this blog

Tantangan Dakwah di Dunia Kerja

 Sekulerisme merupakan paham yang memisahkan agama (aturan Allah) dan kehidupan. Agama, khususnya Islam, aturannay dikebiri hanya dibolehkan dijalankan dalam urusan ibadah ritual, sedikit masalah malan minum (halal) dan pernikahan (nikah dan cerai), selebihnya dianggap urusan private yang tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan di area publik. Tentu saja, kondisi negeri yang menerapkan paham sekuler akan membuat menderita bagi orang-orang beriman. Bayangkan sesuatu yang diayakini benar tetapi tidak boleh dialakukan dan harus tunduk kepada yang tidak diyakini meskipun itu salah. Contohnya, ribawi praktik perbankan, dengan sistem simpan pinjam dan investasinya. Bunga bank menjadi faktor utama dalam akad ribawai yang dilegalkan bahkan "wajib" dilaksanakan, dan semua warga tidak bisa menolak akad tersebut. Di negeri berkembang, atau dengan pendapatan yang rendah, para pekerja dengan gajinya yang terkategori minim, dipastikan tidak akan mampu membeli rumah, mobil atau barang sekun...

Yogyakarta

14 februari 2010, keinginanku untuk bisa menikmati hidup di kota Yogyakarta akhirnya terwujud juga. Kesempatan itu datang seiring ketika ku bisa sekolah kembali di UGM. Yogyakarta, salah satu kota peninggalan peradaban kerajaan, hingga kini masih banyak bangunan-bangunan dan tradisi keraton yang masih terjaga meskipun hanya menjadi daya tarik wisata. Pola hidup kerajaan sudah tidak ada yang tertarik lagi khusunya generasi muda. Menurut pengalamanku hidup di beberapa kota yang berbeda, sebenarnya Yogyakarta hampir sam dengan kota-kota sekuler lainnya. Kehidupan hedon lebih terasa dan perjuangan (baca: penderitaan) hidup orang kebanyakan lebih mejadi model terbaik dari setiap sudut kota. Mumpung sekarang lagi rame-ramenya berbicara tentang Polisi. Saya coba bandingkan opini masyarakat tentang polisi. Sebelum saya ke Yogyakarta, salah seorang teman yang pernah di Yogya mengingatkan dengan “keras” kepadaku “Mas, jika bawa motor, hati-hati. Polisinya p...

Bahaya Pluralisme

Bahaya Pluralisme, sebuah tema Kajian islam yang dilaksanakan pad ahari ahad 24 Januari 2010 di Masjid Al A'raaf Poltangan-Ps.Minggu-Jakarta Selatan. Tema ini sengaja diangkat sebagai pendidikan Politik Islam kepada masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh isme-isme yang bertolak belakang dengan Islam. Sebagai sebuah penghormatan kepada KH.Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, Presiden RI Bpk Susilo Bambang Yudoyono mengusulkan untuk memberikan Gus Dur sebutan sebagai Bapak pluralisme. Hal ini menuai pro kontra. Bagi kaum liberalis, ini adalah momen untuk menyebarkan pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama.  Pada kajian Bahaya Pluralisme, yang disampaikan oleh Ustadz Ir.Heru Binawan, dipaparkan secara gamblang mulai sejarahh munculnya pluralisem di barat hingga penyebaranny ke dunia Islam.  Setidaknya ada beberap hala baya menyangkut pluralisme ini diantaranya: Hilangnya identitas seorang muslim, meluasnya dan terjagnya penjajahan di negeri-nege...