Skip to main content

Posts

Masih, Polemik Gerakan Usaha dan Sedekah UYM

Para investor dan pemberi sedekah melalui UYM, satu persatu buka suara dan menyampaikan kekecewaannya. Wajar saja. Satu sisi, UYM terus terusan tampil dengan usaha-usahanya baik di saham dan lainnya. Bahkan dengan terang-terangan bisa ratusan juta bayar pajaknya dari usahanya. Tentu saja, inilah yang membuat para investor dan penyedekah mulai bertanya-tanya, mengapa tidak mendapatkan bagian bagi hasilnya. Lalu, dari mana uang UYM sebanyak itu?. Tidak sedikit yang curiga, perusahaan Investasi dijadikan "money laundry" dari para penyedekah dan investor. UYM pun siap membuktikan bahwa tuduhan itu semua salah dan siap dipengadilan. Apapun polemik ini, setidaknya efek terhadap dakwah sedekah melalui UYM mulai turun trust nya. Banyak yang mulai memutar kembali video lama UYM yang meminya jamaah untuk bersedekah agar bisa dapat Beratus kali lipat imbalannya. Sekarang, konsep itu ditantang oleh jamaah, agar UYM menyedekahkan semua hartanya agar dapat imbalan berkali lipat. Menyimak p...

Antara Dakwah Sedekah dan Patungan Usaha UYM yang Dipermasalahkan

Akhir ini, mencuat kembali protes dan tuntutan peserta investasi yang digalang oleh Ustadz Yusuf Mansur. Dari informasi dari sosmed testimoni peserta yang kecewa di YouTube, didapatkan bahwa banyak hal akad syar'i yang tidak jelas sejak awal. Bahkan, bila didengarkan jawaban dari UYm sendiri, diakuinya dalam membangun proyek nya, kekurangan dana diambil dari perbankan sehingga UYM harus bayar bunga bank tiap bulannya. Secara pribadi, saya sendiri sepakat dan menerapkan power of sedekah. Namun, saya tidak pernah ikut program apapun dari UYM, meski pernah ikut ceramahnya. Sedekah itu urusannya hamba dengan Sang Pencipta, sehingga memang baiknya ikuti aturan Ilahi bagaimana mendistribusikan nya. Kerancuan konsep sedekah, gerakan usaha (untuk memiliki aset ummat) dan investasi menjadi akar masalah nya. Dalam Islam, bila kita bekerjasama atau kolaborasi usaha maka harusnya ditentukan jenis akadn syirkah nya (mudhorobah, inan, dll). Lalu gerakkan memiliki aset ini juga kurang jelas, uang...

Pinjol Jadi Sumber Masalah Baru, Bukan Solusi

Dulu, dibanggakan dengan adanya serapan pinjol yang tinggi, seolah itu indikasi geliatnya ekonomi. Konon, transaksi pinjol adalah transaksi ekonomi.  Namun, kini semua menjerit ketika banyak yang tak mampu bayar bahkan terteror oleh penagih. Ada yang stress, ada yang bunuh diri, ada yang keluarga nya berantakan, dan itu sedikit efek dari pinjol.  Sebenernya, ini adalah sedikit inovasi dari sistem kapitalisme yang kita kenal dengan fintech. Akumulasi kapital berupa fiat money butuh terus dipercaya dan dipakai oleh masyarakat. Populasi yang tinggi menjadi peluang bisnis fintech.  Singkat nya, menurutku sumber masalahnya ada di sistem Ribawi. Pinjol yang menawarkan kemudahan pinjaman tanpa syarat yang jelimet, menjadi pelarian orang-orang yang tak bisa akses sumber finansial. Bunga pinjol yang tinggi (0,8% per hari atau 24% per bulan) sangat mencekik dan siap meneror. Bagi rakyat kelas bawah yang terdesak, pinjol seolah jadi malaikat sesaat dan jadi laknat kemudian. Kesimpul...

Trending: G30SPKI, Kesaktian Pancasila dan Poligami

Jagad Twitter Indonesia sedang trending dengan G30SPKI, Kesakitan Pancasila dan Poligami. 30 September juga jadi SK "dipecatnya" pegawai KPK yang dianggap tidak lulus tes wawasan kebangsaan, aneh. Tak ada pembelaan dari institusi pemerintah bagi mereka. Netizens berhasil menggalang opini sehingga istana khususnya kepresidenan bingung meresponnya. Awalnya mendukung pimpinan KPK yang memecat mereka, lalu diarahkan ke kepolisian untuk menampung pegawai yang dipecat. Ditambah lagi, Jenderal Gatot mengangkat bahayanya kebangkitan komunis yang telah menyusup di kekuasaan termasuk di TNI. Museum G30SPKI di Kostrad mendadak ramai karena hilangnya patung tokoh TNI yang memerintahkan untuk menumpas PKI. Muncul gerakan pasang bendera setengah tiang yang masih di masyarakat oleh netijen untuk mengenang pahlawan yang dibantai PKI. Dan pada 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila dipasang bendera satu tiang penuh sebagai tanda kemenangan dari komunisme. TVRI yang menjadi corong pemerint...

Free Guy, Sebuah Reviu

Film free guy jadi film box office minggu ini. Cukup menarik, mengambil cerita kekinian tentang dunia games yang ditopang oleh Artifisiall Intelijen. Dalam dunia games "free city", nama game online tersebut, Guy hanyalah pemain background atau latar yang setiap hari hanya menjalankan rutinitas bangun, ganti baju, jalan ke kantor, beli kopi, ketemu teman kantor, sampai ke kantor (bank), melayani customer dan jika ada perampokan, hanya diam tak melawan. Tiba-tiba, guy melihat gadis yang disukai nya, salah satu tokoh pemain game online. Muncul perasaan untuk berubah rutinitas nya dan mengejar gadis impian tersebut. Mulai muncul keanehan, Guy bisa menjadi tokoh pemain karena mengambil kacamata pemain lain. Ini membuktikan, Artificial Intelijen bekerja dalam game tersebut. Sebuah keberhasilan bagi programmer nya. Dari sisi cerita, film ini memuat pesan sekulerisme dan sosialisme secara gamblang. Hal ini bisa mempengaruhi akidah penonton tanpa disadari. "Tuhan" dicerminka...

Demokrasi Meresahkan?

Para aktivis demokrasi di Indonesia mulai resah dan gelisah. Bahkan, ada istilah baru dari kondisi tersebut, demokrasi brutal. Penguasa dianggap bersembunyi dengan proses demokrasi namun memperjuangkan kepentingan oligarki. Kepentingan rakyat tak direspon dengan benar. Banyak kematian akibat protes atau demo kepada penguasa, namun dibiarkan seolah tak ada yang salah dengan pelanggaran HAM yang terjadi. Ruang diskusi dan berpendapat dibatasi, dengan mudah menggunakan UU ITE untuk menjerat para kritikus.  Inilah sedikit keresahan dari para aktivis. Wajah nya demokrasi prosedural, realita nya secara brutal memaksakan kepentingan oligarki kepada rakyat bahkan rakyat tak diberi pilihan kecuali menerima meskipun itu menderita. Bagiamana politik dan ekonomi sudah dikuasai secara "brutal", tak pernah lagi aspirasi publik didengar. Begitulah pendapat salah satu aktivis demokrasi. Setujukah?

Pijati Ibumu

Duh, Irinya hati ini bila melihat orang-orang yang masih memiliki orang tua. Ada ladang pahala yang begitu mudah dan dekat. Menyesal, ketika menyadari waktu lampau saat ortu masih ada, mengapa tidak all-out menyenangkan nya. Kini, hanya doa dan niat baik yang bisa kuhaturkan. Setiap kebaikan yang bisa kupersembahkan pada ortu, hanya niat yang kuwakilkan buat mereka. Muhammad bin Al Munkadir rahimahullah mengatakan, "Semalam suntuk kupijat kaki ibuku. Sedangkan saudaraku Umar semalam suntuk mengerjakan sholat. Aku tidaklah gembira andai malamku digantikan dengan malam saudaraku".  Memijat ibu itu lebih baik dibandingkan sholat malam semalam suntuk. Menyenangkan ortu lebih baik daripada sholat Sunnah. Berbakti pada orang tua hakikat nya membuat mereka bahagia, termasuk jika itu hanya memijat kaki ibu.  Mentaati perintah ibu, ketika ia meminta untuk dipijat merupakan amal sholih.  Yuk, kalian yang masih punya orang tua, berbaktilah. Buat mereka bahagia dan tak pernah menyesa...