Skip to main content

Posts

Kutahu yang Kumau

Entah apa jadinya jika kita tak tahu untuk apa hidup di dunia ini. Tak tahu arti hidup bagaikan berjalan tak tahu arah dan tujuan. Kunci kesuksesan dalam hidup ini jika kita tahu tujuan hidup. Sebagai seorang muslim, saya tegaskan bahwa tujuan hidup di dunia ini sebagai Khalifah, pengemban amanah tuk diuji di dunia apakah kuat memegang aturan ilahi atau pembangkang. Tak ada yang lebih agung dari tujuan hidup seorang hamba kecuali Ridlo Illahi.   Sebaik-baik manusia ketika diberi umur panjang, digunakan untuk memperbanyak amal sholih. Disini, jelas bahwa tujuan kita di dunia sangatlah berarti. Hiasilah dengan banyak capaian yang bisa menjadi bekal tuk akhirat. Sebagai seorang anak, maka tujuanya adalah menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dengan memperbanyak amal shollih dan prestasi yang membanggakan baik di sekolah maupun lingkungan. Sebagai orang tua, bertujuan mencetak generasi pencinta Allah dan Rasul-Nya. Generasi yang unggul dan pemimpin masa depan. Sebagai pengusaha...

Membangun Prinsip Sang Juara

  Pernahkah anda merasa pesimis dan pasrah terhadap kondisi yang menerpa?. Pernahkah anda kesal terhadap diri anda yang seolah tak bergerak kemana-mana karena menjalani kegiatan yang monoton?. Pernahkah anda mendapatkan kawan yang selalu menanamkan pikiran pesimis bahwa kondisi tak kan bisa berubah, tak perlu bersusah payah merubahnya cukup mengambil kesempatan keuntungan terhadap kondisi tersebut?. Dan anda pun menyimpulkan, jalani saja hidup ini tak perlu bersusah berpikir yang berat, semua sudah ditentukan, yang penting kita happy. Itulah pemikiran dan cara berpikir orang-orang yang terjebak pada zona nyaman, takut perubahan dan tidak siap berubah. Padahal, perubahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan, tinggal kita mau menjadi subyek perubahan atau korban dari keadaan. Untuk merubah diri dan orang lain dimulai dari pemikiran atau pemahaman. Seseorang yang berpikiran bahwa sumber kebahagiaan adalah kekayaan atau harta maka menjadikan hidup matinya untuk meraih kekayaan terseb...

Memupuk Jiwa Juara

  Ada yang bilang bahwa attitude merupakan cara sikap kita dalam menghadapi hidup. Ada dua sikap yang bisa dilihat, yaitu sikap positif dan negatif. Attitude yang positif akan menuntun kepada fokus meraih kesuksesan dan sikap pantang menyerah. Kita hidup pasti dihadapkan kepada problema dan kendala, disitulah dibutuhkan attitude yang positif dalam mengatasinya.   Attitude bisa bermula dari pemikiran (ide/konsep/pemahaman) tentang sesuatu hal, bisa disebut dengan cara pandang. Maka, penting pulalah dalam menjaga dan memiliki cara pandang yang positif (positif thinking) dalam membangun attitude positif. Disadari atau tidak, kondisi kita hari ini merupakan hasil dari apa yang dipikirkan kemarin. Berarti, hari esok (masa depan) sangat ditentukan oleh apa yang kita pahami dan lakukan hari ini.  Lebih baik menyalakan lilin daripada mengumpat kegelapan. Terkadang, kita cenderung untuk menyalahkan masa lalu dan akhirnya tak berbuat apa-apa untuk masa depan. Masa lalu yang kel...

Shutterstock, Tempat Menjual Foto Secara Online

 Era sekarang ini, dengan kamera atau handphone mudah sekali orang punya hobi untuk jepret alias foto-foto. Setelah itu, diupload di sosial media baik instagram dan facebook. Mengapa tidak mencoba untuk menguploadnya di "pasar" foto yang memungkinkan orang untuk "menghargai" hasil jepret tersebut? Nah, ada salah satu web market place yang bisa digunakan untuk menjual foto, yaitu shutterstock.com. Shutterstock menjadi web yang populer dengan sudah lebih 15 tahun menyediakan tempat jual beli foto secara online. Sebagai fotografer baik profesional ataupun amatiran, bisa mendapat uang dollar dari menjual foto di shutterstock ini. Berdasarkan info dari website nya, penjual di Shutterstock telah menjual $500 juta di seluruh dunia.  Shutterstock tetap menjaga copyrigth penjepretnya. Sekali menjadi kontibutor shutterstock, kita bisa memulai mencari dollar setiap kali ada orang yang tertarik dan mendownload hasil jepretan kontributor. Sebagai kontributor akan mendapatkan...

Menuju Jepang, Selama Masih Pandemi, Amankah?

Persiapan untuk berangkat ke Jepang cukup melelahkan karena harus menyiapkan dokumen keberangkatan ditambah keterangan bebas covid-19. Jepang sangat ketat untuk memasukkan orang-orang dari negara lain ke negaranya. Proses mendapatkan visa tidak semudah sebelum covid. 1 Desember 2020 Salah satu persyaratan untuk masuk ke Jepang selain mendapatkan visa adalah surat keterangan bebas covid yang bisa diunduh di web kedutaan besar Jepang. Dan syaratnya pengambilan sample nya 72 jam maksimal dihitung dari jam kedatangan di Jepang. Siang itu, ada kesempatan tes swab gratis di kantor, sehingga tanpa berpikir panjang, ikut tes juga.  2 Desember 2020 Dengan passport dan visa sudah ditangan, tinggal tes swab ke RS agar afdol dan kurang dari 72 jam sampelnya. Ternyata, pengambilan sample swab drive thru itu lebih menyakitkan karena mungkin pengambilannya di mobil dan petugasnya tetap dengan pakaian APD yang pastinya sangat gerah. Siangnya, hasil swab tanggal 1 sudah keluar dengan hasil negatif....

Kembalinya Sholat di Masjid Hagia Sophia

Di tengah naiknya kasus corona di daerah jabodetabek, kucoba tuliskan sebuah cerita fenomenal kembalinya Hagia Sophia difungsikan kembali menjadi masjid. Jadi teringat bagaimana sejarahnya Kholifah Muhammad Al fatih menaklukan konstantinopel. Selain cerita tersebut, di bulan juli 2020 ini, tetiba Kemenag menghapuskan dua kata di kurikulum pendidikan agama, kata tersebut yaitu khilafah dan jihad.  Berfungsinya kembali Hagia Sophia ini mengingatkanku pada penaklukan Konstantinopel. Al Fatih mengepung Konstantinopel mulai 26 Rabiul Awal hingga bisa ditaklukkan pada hari Selasa 20 jumadul Ula 857 Hijriyah. Selama dua bulan, Al Fatih akhirnya memenangkan pertempuran dan sebagai ungkapan syukurnya, Al Fatih menuju gereja Hagia Sophia yang disitu tengah berkumpul rakyat dan para rahib. Al Fatih berjanji untuk menjamin keamanan kepada para rahib dan rakyat Byzantium yang telah ditaklukannya. Salah satu perintahnya juga untuk menjadi Hagia Sophia menjadi masjid. Berdasarkan catatan sejarah,...

Mengatasi Kebosanan

Kembali ngeblog untuk mengisi kebosanan work from home. Saya menulis ini di kamar di depan laptop mungil di atas meja kecil ditemani suara hujan yang membuat damai dan sejuk kamarku. Sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar, otomatis aktifitasku tak banyak diluar rumah. Bosan? itu pasti. Namun, dengan tetap berjalannya target pekerjaan dan munculnya kembali target pribadi, dinikmati saja. Sudah lebih dari sebulan kerja dirumah, belajar dirumah dan beribadah dirumah, membuatku banyak merubah manajemen waktu. Sekarang lebih banyak dengan keluarga. Keluar pun hanya ke tempat ibadah dan warung. Sesuatu yang baru, semua terkoneksi dengan internet. Rapat, pengajian, komunikasi dengan orang lain menggunakan video call.  Bertepatan dengan bulan Ramadhan, alhamdulillah masih bisa meningkatkan kapasitas diri dengan target hatam al Quran minimal 2x, menambah hafalan, upgrade english, membuat research proposal (mau phd nih ceritanya), dan memperbanya literasi. Outputnya ya kualitas ...