Skip to main content

Posts

Sholawat Asyghil

Sholawat asyghil menjadi masyhur kembali. Sholawat ini ditengahnya berisikan doa bagi pelaku kezaliman. Sholawat ini, ada yang mengatakan dipanjatkan oleh Imam ja’far Ash-Shodiq yang wafat 138 H. Beliau hidup di masa Umayah dan Abassiyah yang secara politik kekuasaan tidak stabil sehingga penuh konflik antara penguasa dengan rakyatnya. Sholawat ‘Asyghil’ ini juga dikenal dengan sebutan Sholawat ‘Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Baalawy’ (wafat 1122 H). Dikarenakan sholawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan sholawat beliau, ‘al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah’. ( sumber:blog.al-habib.info ). Di Indonesia, sholawat ini populer oleh KH Abdullah Syafi’i (wafat 1406 H) dalam setiap siaran radio As Syafiiyah, dibawah asuhan ponpesnya. Sekarang, sholawat ini kembali populer ditengah karut marutnya politik ummat Islam. Pilkada DKI berefek mengkubunya secara politik. Bahkan tokoh-tokoh ummat Islam sangat kentara mana yang mendukung Pemimpin non muslim (kafir) da...

Kebebasan dan Toleransi di Era Sekulerisme

Sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) menjadi persoalan krusial bagi kehidupan manusia. Meningkatnya kesadaran beragama menjadi pengusik sekulerisme, sehingga terus menjadi perbincangan publik. Geliat kegiatan keagamaan di ruang publik, menggairahkan masyarakat untuk menjadikan dirinya berserah kepada aturan Tuhannya. Tentu saja, ini bertolak belakang dengan prinsip-prinsip sekulerisme yang membatasi agama hanya di ranah privat, haram tuk di ruang publik. Polemik berkepanjangan ini masih dimenangkan oleh sekulerisme karena prinsip-prinsip sekulerisme diadopsi oleh negara dan perangkatnya. Sebagaimana prediksi Huntington, akan terjadi perang peradaban antara ideologi khususnya kapitalisme (sekulerisme) dengan Islam. Akhir-akhir ini, ramai sekali aksi-aksi terorisme baik dengan kekerasan maupun verbal. Entah darimana datanganya, tiba-tiba polisi menjadi sasaran sang teroris. Konon katanya, karena ketidakadilanlah sebab munculnya kekerasan tersebut. Di sisi lain, Indonesia juga ma...

Kepemimpinan

Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungawaban terhadap apa yang dipimpin. Menarik, sifat-sifat utama dalam kepemimpinan yang disampaikan Napoleon Hill dalam bukunya “Think and Grow Rich". Perlu kita renungkan dan terapkan dalam hal kepimpinan hal-hal sebagai berikut: 1. Keberanian yang tak tergoyahkan, 2. Pengendalian diri, 3. Rasa keadilan yang tajam, 4. Kepastian dalam memutuskan, 5. Kepastian rencana, 6. Kebiasaan mengerjakan lebih banyak daripada yang diterima, 7. Kepribadian yang menyenangkan, 8. Simpati dan pemahaman, 9. Penguasaan detail, 10. Kesediaan untuk menerima tanggungjawab penuh, 11. Kerja sama. Apabila kita lihat dan cermati orang-orang yang sukses dalam karir dan hidupnya, maka kesebelas faktor kepemimpinan diatas akan kita dapati padi diri mereka. Ada dua tipe kepemimpinan: 1). Kepemimpinan dengan persetujuan dan simpati pengikutnya, dan 2). Kepemimpinan dengan paksaan, tanpa persetujuan dan simati pengikutnya. Alkisah, kuingn beri contoh sederh...

Mendadak Khitan

Libur syawal (Idul Fitri) membawa berkah tersendiri. Libur seminggu ini diisi, salah satunya mencari kuliner di mall. Ketika di jalan menemukan sebuah iklan tentang sunat (khitan). Dua bocah laki-lakiku, langsung kutanya mau khitan mumpung liburan? dan jawabnya iya. Kujelaskan bahwa khitan itu sakit karena kulit sehat dipotong, akan ada darah kelur dan pembengkakan. Bohong jika hanya sakitnya seperti digigit semut. Mungkin, semut merah yang menggigit. Sebagai seorang muslim menjadi salah satu kewajiban kita menjaga kebersihan dari najis salah satunya dengan syariat khitan. Sang bocah terus menagih untuk khitan. Maka, langsung ku search alamat tukang khitan dan kutanya syarat, biaya dan kapan. Hari ini juga bisa, jawab sang operator. Ya sudahlah, akhirnya hari itu juga mendadak khitan. Ada konsep yang menarik dalam khitan modern ini, anak-anak dimanjakan dengan permainan PS sambil menunggu. Dan, ketika direbahkan pun untuk di sunat maka anak diajak main game dari ipad. Sakit? iya namun ...

Pertanian Organik, Mungkinkah?

Salah satu agenda Nawacita adalah membangun 1000 desa organik. Istilah seribu, bila dalam bahasa jawa berarti banyak. Secara kuantitas target tersebut dibagi dalam 650 desa sektor tanaman pangan, hortikultura 250 desa dan perkebunan 150 desa. Untuk memenuhi target tersebut per tahun rata-rata dibangun 250 desa. Pasar produk organik dunia bertumbuh 20% per tahun dengan pasar terbesar AS, Jerman, Perancis dan China. Trend setter pangan organik didunia semakin naik sehingga pasarnya sangat luas. Penjualan sayuran organik diperkirakan USD 100 juta per tahun di Jabodetabek. Berdasarkan jenis produk, terbesar di Indonesia adalah beras lalu sayuran. Konsumen Indonesia membeli pangan organik rata-rata karena kesadaran akan kesehatan dan kemasannya menarik. Dengan jumlah penduduk 254 juta orang, ada 12 juta yang tercatat sebagai konsumen organik. Secara prosentase masih kecil namun sudah cukup besar secara jumlah riilnya. Kendala produk organik ini diantaranya ada pada harga. Biaya input dalam ...

Menuju Lumbung Pangan 2045

Ambisius mungkin tapi realistis. Terlepas dari perdebatan apakah bangsa ini berswasembada apa belum, secara bertahap menunjukkan ada keberanian untuk menghentikan impor beras. Secara kinerja pertanian terus menunjukkan progress positif. Target produksi yang dicanangkan dicapai dengan memperhatikan penggunaan lahan dan pengairan. Milyaran bahkan triliunan rupiah sudah digelontorkan untuk mendorong luas tambah tanam dan bisa hidupnya lahan terlantar. Pun menariknya, masalah distribusi input dan output mengajak aparat keamanan untuk mengawal stabilitas harga input dan output pangan. Keberhasilan mengajak aparat kemanan seperti TNI dalam menjaga lahan pangan agar dibudidayakan, dan mengawal petani untuk melaksanakan program pemerintah. Maka, hasilnya kestabilan pangan tercipta. Membangun fondasi lumbung pangan. Daratan Indonesia 191,1 juta ha. Ada 15,9 juta Ha bisa dikembangkan untuk pangan. Apabila bangsa ini menginginkan menjadi lumbung pangan maka perlu segera selesaikan reformasi agrar...

Sudahlah Kejar Saja!, Tidak Usah Banyak Alasan

Entahlah budaya mana, terlalu banyak kepura-puraan. Dulu, aku terlalu malu dan banyak alasan ketika menginginkan sesuatu, maka ku seolah tak mengharapkannya sehingga kesannya menghindar. Padahal, di lubuk hati terdalam aku sangat yakin mampu untuk mendapatkannya. Akhirnya, terlalu banyak peluang yang hilang. Seniorku, beberapa tahun diatasku. Belum apa-apa sudah menghakimi dirinya bahwa tak ada perusahaan yang menerimanya karena usianya sudah “terlalu tua” bagi fresh graduate. Maka, kutantang dia, darimana dia tahu jika perusahaan tak menerimanya sedangkan dia tak pernah satu pun mengirim lamaran. Buktkan saja kalo berani, cobalah kirim ke semua perusahaan yang diinginkan. Jika memang tidak ada panggilan ya bisa jadi memang tidak masuk kriteria. Tapi jika ternyata dipanggil dan berhasil diterima bagaimana? semuanya punya kemungkinan yang sama. Jika ditolak ya wajar, jadi coba saja kirim lamaran sebanyak-banyaknya. Hasilnya, dia pun diterima di salah satu perusahaan. Tahu ngga jika Henr...